Matawarta.com, JAKARTA – Kepolisian mengungkap aksi berbahaya yang dilakukan Hafiz Mahendra (HM), pengemudi Toyota Calya yang melawan arus di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, dipicu kepanikan setelah kendaraan yang dikemudikannya diduga menggunakan pelat nomor tidak sesuai.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menjelaskan, petugas lalu lintas awalnya mencurigai kendaraan tersebut saat melakukan patroli rutin. Anggota kemudian berupaya menghentikan mobil untuk pemeriksaan.
Namun, pengemudi justru tidak mengindahkan perintah petugas. Ia memilih melarikan diri dan langsung memasuki jalur berlawanan arah di Jalan Gunung Sahari.
“Pengemudi diduga panik karena kendaraan menggunakan pelat nomor palsu, sehingga tidak berhenti saat diminta petugas dan justru melarikan diri dengan melawan arus,” ujar Reynold, Rabu (25/2).
Dalam upayanya menghindari petugas, mobil tersebut terus melaju secara tidak wajar. Kendaraan sempat melintasi Jalan Bungur Besar dan Jalan Pos dengan tetap menggunakan jalur yang berlawanan arah dengan arus lalu lintas.
Situasi semakin berbahaya ketika mobil kembali memasuki Jalan Gunung Sahari dari jalur yang salah dan akhirnya menabrak sepeda motor di sekitar simpang empat MBAL.
Polisi memastikan pengemudi telah diamankan dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif. Selain mendalami penggunaan pelat nomor palsu, petugas juga akan melakukan tes urine dan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi pengemudi saat kejadian.
“Kami akan memastikan apakah ada faktor lain, seperti pengaruh zat tertentu atau kondisi kesehatan, yang menyebabkan pengemudi bertindak membahayakan,” kata Reynold.
Peristiwa tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah video aksi mobil itu beredar luas. Dalam rekaman, terlihat mobil melaju melawan arus di tengah kepadatan kendaraan, sementara petugas berupaya menghentikannya, termasuk dengan tembakan peringatan ke udara.
Meski sudah diperingatkan, pengemudi tetap melanjutkan pelariannya hingga menabrak beberapa kendaraan. Aksi itu memicu reaksi warga yang geram dan mengejar mobil tersebut di kawasan Pasar Baru Timur. (mua
