{"id":11050,"date":"2023-07-11T15:07:40","date_gmt":"2023-07-11T08:07:40","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=11050"},"modified":"2023-07-11T15:07:41","modified_gmt":"2023-07-11T08:07:41","slug":"nasib-tragis-ayah-biadap-tukang-cabul-mati-dihabisi-tahanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2023\/07\/nasib-tragis-ayah-biadap-tukang-cabul-mati-dihabisi-tahanan\/","title":{"rendered":"Nasib Tragis Ayah Biadap Tukang Cabul, Mati Dihabisi Tahanan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MataWarta.com &#8211; Sebanyak delapan orang\u00a0<a href=\"https:\/\/www.viva.co.id\/tag\/tahanan\">tahanan<\/a>\u00a0diketahui sebagai pelaku penganiayaan yang menyebabkan satu tahanan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.viva.co.id\/tag\/tewas\">tewas<\/a>\u00a0di dalam sel di Polres Metro Depok. Pelaku adalah MY (35), PAN (28), FA (32), HN (27), AN (23), \u00a0HLG (33), MF (27) dan FNA.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Korban adalah A (50) yang merupakan tahanan kasus pelecehan seksual. A masuk ke dalam sel pada Rabu (5\/7\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wakil Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKP Nirwan Pohan mengatakan, penganiayaan itu terjadi dalam kamar tahanan. Korban sempat tidak sadarkan diri dan baru dilaporkan ke penjaga. Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Brimob Kelapa Dua Depok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSetelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dinyatakan korban meninggal dunia. Setelah rumah sakit Bhayangkara menyatakan korban meninggal dunia, langsung kami bawa ke RS Kramat Jati untuk kepentingan autopsi,\u201d katanya, Senin (10\/7\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penganiayaan bermula Ketika A masuk ke sel dan ditanya oleh tahanan lain. Ketika mengetahui kasusnya adalah pelecehan seksual terhadap anak, tahanan lain mengaku kesal dan langsung menganiaya A.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBerawal karena korban ini kasusnya adalah cabul terhadap&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.viva.co.id\/tag\/anak-kandung\">anak kandung<\/a>. Mungkin para pelaku ini kesal karena dilakukan terhadap anak kandung sendiri. Ditanyakan &#8216;apa kasusmu&#8217;, iyah yang menjadi pemicu para pelaku melakukan hal tersebut,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada delapan tahanan yang menganiaya A saat itu. Mereka menganiaya menggunakan tangan kosong. Namun ada juga yang menggunakan pipa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPakai tangan kosong, namun yang dipukul ke pantat itu pakai pipa,\u201d tukasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Yaitu di bokong, dada dan punggung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHasil resmi (visum) belum ditemukan. Namun luka-luka luar yang terlihat di sana ada luka lebam di pantat, dada dan punggung. Selain itu yang fatal di dada dan pantat. Yang menyebabkan kematian masih menunggu hasil autopsi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pelaku dijerat Pasal 170 ayat (2) dan atau Pasal 351 ayat (3).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, Jun, kerabat korban mengatakan, A dalam kondisi sehat saat dibawa ke polres. A dibawa polisi pada Selasa (4\/7).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBadannya bagus. Masuk dua hari di PPA, hari Selasa Rabu Kamis. Jumat atau Sabtu dipindahin ke sel. Nah di situlah mulai proses,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi yang diterima Jun, A tewas karena dianiaya sesama tahanan. Bahkan satu sel melakukan penganiayaan hingga A meregang nyawa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c(katanya) penganiayaan. Infonya satu kamar (yang aniaya),\u201d bebernya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah tak bernyawa, korban kemudian dibawa keluar sel. Jun mengatakan, A mengalami luka dan sudah dilakukan autopsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAutopsi sudah. Luka di mulut, pelipis dan bagian belakang. Luka lebam,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MataWarta.com &#8211; Sebanyak delapan orang\u00a0tahanan\u00a0diketahui sebagai pelaku penganiayaan yang menyebabkan satu tahanan\u00a0tewas\u00a0di dalam sel di Polres Metro Depok. Pelaku adalah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":8289,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1919,1930],"class_list":["post-11050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-pembunuhan","tag-pencabulan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11050"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11050\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}