{"id":12255,"date":"2023-08-16T00:50:40","date_gmt":"2023-08-15T17:50:40","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=12255"},"modified":"2023-08-17T00:51:39","modified_gmt":"2023-08-16T17:51:39","slug":"demi-masa-depan-pemuda-afghanistan-tinggalkan-negaranya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2023\/08\/demi-masa-depan-pemuda-afghanistan-tinggalkan-negaranya\/","title":{"rendered":"Demi Masa Depan, Pemuda Afghanistan Tinggalkan Negaranya"},"content":{"rendered":"\n<p>Di stasiun bus yang ramai di ibu kota Afghanistan, Kabul, ratusan pemuda Afghanistan naik bus menuju Provinsi Nimroz di Afghanistan barat, yang berbatasan dengan Iran dan Pakistan. Dari sana, mereka akan memulai perjalanan berbahaya. Mereka berharap bisa mencapai Eropa.<\/p>\n\n\n\n<p>Naqibullah, lulusan Universitas Kabul, termasuk di antara mereka. Dia berharap untuk mencapai Eropa melalui Iran, Irak dan Turki. Dia sebelumnya bekerja sebagai seorang guru dan fotografer, tetapi sekarang dia mencari masa depan yang lebih baik di luar negeri karena masalah keuangan, dikutip dari laman VOA Indonesia, Rabu (16\/8\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, tidak ada pekerjaan. Orang-orang hidup dalam kondisi yang mengenaskan. Dan jika orang-orang hidup dalam kondisi yang buruk, maka tidak ada bisnis \u2014 baik itu pertokoan, pusat pengajaran atau studio foto \u2014 yang dapat menghasilkan pendapatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah Afghanistan dikuasai oleh Taliban pada 2021, negara itu bergulat dengan krisis ekonomi karena banyak orang kehilangan pekerjaan dan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Para pemuda dari provinsi di Afghanistan utara itu berduyun-duyun ke stasiun bus di Kabul dengan tujuan untuk meninggalkan Afghanistan ke Iran, dan seterusnya ke Eropa, untuk memperbaiki prospek maa depan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Idress adalah mantan penduduk kota Kunduz, Afghanistan utara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak ada pekerjaan di sini, di Afghanistan. Saya ingin pergi ke Iran dan kemudian ke Turki. Dari Turki, saya ingin pergi ke Jerman atau negara lain di Eropa.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di stasiun bus yang ramai di ibu kota Afghanistan, Kabul, ratusan pemuda Afghanistan naik bus menuju Provinsi Nimroz di Afghanistan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":10452,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[53],"tags":[669],"class_list":["post-12255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","tag-afghanistan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12255"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12255\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}