{"id":14076,"date":"2023-12-03T15:03:00","date_gmt":"2023-12-03T08:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=14076"},"modified":"2023-12-03T23:05:40","modified_gmt":"2023-12-03T16:05:40","slug":"piala-dunia-2023-selesai-erick-thohir-pssi-dapat-banyak-pelajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2023\/12\/piala-dunia-2023-selesai-erick-thohir-pssi-dapat-banyak-pelajaran\/","title":{"rendered":"Piala Dunia 2023 Selesai, Erick Thohir: PSSI Dapat Banyak Pelajaran"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara dramatis Jerman menjadi jawara Piala Dunia U-17 2023, seusai menekuk Prancis lewat drama adu penalti 4-3 (2-2) di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (2\/11).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengaku terhibur menyaksikan duel sengit antarkedua tim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim Ayam Jantan Muda sukses melakukan comeback di waktu normal untuk memaksakan adu tos-tosan. Sempat tertinggal 0-2, mereka sukses memaksakan skor imbang di waltu normal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jerman membuka keran gol pada menit ke-29 lewat penalti. Penyebabnya, Aymen Sadi melakukan pelanggaran di kotak penalti. Brunner yang jadi algojo sukses menunaikan tugasnya dan membuat Jerman unggul 1-0 atas Prancis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki paruh kedua, Jerman tidak butuh waktu lama untuk kembali mencetak gol. Kali ini, mereka melakukan serangan balik di menit ke-51. Noah Darvich sukses melepas tembakan di depan gawang yang mengenai kiper Prancis dan malah masuk gawang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hanya dua menit berselang, Prancis memperkecil ketinggalan. Saimon Bouabre yang mencatatkan namanya di papan skor (53&#8242;) setelah memanfaatkan umpan dari Nhoa Sangui.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedudukan 2-1 membuat laga berjalan semakin semakin sengit. Prancis lebih rajin menyerang mengejar skor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki menit ke-65, Jerman mendapat kesialan karena harus bermain dengan 10 personel saja. Penyebabnya, Winners Osawe mendapat kartu kuning kedua sehingga tidak bisa melanjutkan laga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prancis akhirnya mampu menyamakan kedudukan di ke-85. Itu berawal dari upaya Tidiam Gomis di sisi sayap dan dilanjutkan dengan umpan tarik. Bola matang di depan gawang didorong oleh Mathis Amougou memaksa skor jadi 2-2.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu memasuki duel adu penalti, Jerman menunjukkan kematangannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga penendang Prancis gagal mencemploskan bola. Der Panzer unggul 4-3. Brunner satu-satunya eksekutor yang gagal menceploskan bola ke gawang Prancis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pertandingan yang benar-benar mendebarkan. Final yang klimaks. Prancis menunjukkan mentalitas tidak mengenal menyerah. Walau tertinggal mereka bisa mengejar skor untuk memaksakan pertandingan disudahi dengan adu penalti,&#8221; kata Erick.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pujian diberikan pria yang juga menjabat sebagai Ketua LOC Piala Dunia U-17 tesebut kepada Jerman. &#8220;Jerman pantas menjadi juara. Semenjak penyisihan grafik performa mereka terus menanjak. Mereka menyingkirkan tim kuat Spanyol dan Argentina sebelum akhirnya bersua Prancis di laga puncak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Erick berharap tontonan seru duel final memberi pembelajaran bagi sepak bola Indonesia. &#8220;Piala Dunia U-17 menjadi contoh pentingnya kita serius akan pembinaaan usia dini. Untuk membentuk timnas senior yang solid perlu ditopang pembinaan yang berkesinambungan. PSSI mendapat pelajaran banyak dari Piala Dunia U-17, tak hanya sebagai pengelola event tapi juga pemikiran masa depan berkaitan dengan pembinaan.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara dramatis Jerman menjadi jawara Piala Dunia U-17 2023, seusai menekuk Prancis lewat drama adu penalti 4-3 (2-2) di Stadion&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14078,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[48,2332,421],"class_list":["post-14076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-erick-thohir","tag-piala-dunia-u-17","tag-pssi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14076"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14076\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}