{"id":14339,"date":"2023-12-15T00:22:55","date_gmt":"2023-12-14T17:22:55","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=14339"},"modified":"2023-12-16T00:23:39","modified_gmt":"2023-12-15T17:23:39","slug":"ayah-bejat-yang-banting-anak-hingga-meninggal-terancam-15-tahun-bui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2023\/12\/ayah-bejat-yang-banting-anak-hingga-meninggal-terancam-15-tahun-bui\/","title":{"rendered":"Ayah Bejat yang Banting Anak hingga Meninggal Terancam 15 Tahun Bui"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polisi menahan U usai ditetapkan sebagai tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dia adalah ayah banting anak kandungnya, K (11) hingga meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ya, jadi tersangka dan kami lakukan penahanan,&#8221; kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat konferensi pers, Jumat (15\/12\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gidion mengatakan, tersangka U dipersangkakan melanggar Undang-Undang KDRT pada Pasal 44 Ayat 3 dan Undang Undang Perlindungan Anak Nomor 17 Tahun 2016.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ancaman hukumnya, 15 tahun,&#8221; ujar dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gidion mengatakan, proses penyidikan masih berjalan. Adapun, motif penganiayaan karena pelaku merasa malu sama tetangganya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Peristiwa itu berawal dari seorang warga yang menegur anaknya, kemudian dia mencari anaknya, kemudian melakukan kekerasan terhadap anaknya dengan cara membanting,&#8221; ujar dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Mungkin ini juga linier dari keterangan warga yang menyatakan bahwa yang bersangkutan punya tempramental yang tidak stabil,&#8221; Gidion menandaskan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi menahan U usai ditetapkan sebagai tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dia adalah ayah banting anak kandungnya, K&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14243,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1919,2687],"class_list":["post-14339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-pembunuhan","tag-penganiyaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14339\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}