{"id":18160,"date":"2024-06-25T22:51:35","date_gmt":"2024-06-25T15:51:35","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=18160"},"modified":"2024-06-25T22:51:36","modified_gmt":"2024-06-25T15:51:36","slug":"akhir-kasus-ojol-pukul-bocah-di-jalur-sepeda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2024\/06\/akhir-kasus-ojol-pukul-bocah-di-jalur-sepeda\/","title":{"rendered":"Akhir Kasus Ojol Pukul Bocah di Jalur Sepeda"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus pemukulan pengemudi ojek online (ojol) terhadap seorang bocah di jalur sepeda kawasan Jalan Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat berakhir damai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini diungkapkan Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Aditya Simanggara. Menurut Aditya, orang tua korban memutuskan untuk mencabut laporan polisi dan menempuh jalur damai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Orang tua korban menyampaikan kepada kami, Polsek Metro Tanah Abang untuk tidak memperpanjang permasalahan ini,&#8221; kata Aditya dikutip dari YouTube Liputan6, Selasa (25\/6\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aditya menambahkan, pihaknya sudah mengamankan pengemudi ojol yang viral usai memukul bocah di jalur sepeda kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Pengemudi ojol tersebut berinisial FT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, polisi memanggil pihak korban untuk dimintai keterangan perihal peristiwa tersebut. Saat di kantor polisi, keluarga korban meminta untuk tidak melanjutkan proses hukum atas kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sehingga orang tua korban memutuskan menempuh jalur damai mencabut laporan polisinya,&#8221; ucap Aditya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara, polisi memberi teguran kepada FT pengemudi ojol yang memukul bocah di jalur sepeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pengendara motor kami berikan teguran, kami minta untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali dan mematuhi aturan lalu lintas,&#8221; tegas Aditya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara, akun Instagram komunitas sepeda Bike To Work Indonesia @b2w_indonesia mengunggah foto pihak korban dan pelaku melakukan mediasi di Polsek Metro Tanah Tanah Abang. Dalam postingannya, pihak korban memutuskan tidak melanjutkan perkara dan menerima permintaan maaf dari pengemudi ojol FT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tepat hari ini senin, 24 juni 2024. @b2w_indonesia diwakili oleh ketua, perwakilan @b2w_kotadepok serta rekan pesepeda, kami mendampingi Jojo (anak yang dianiaya dalam video viral sebelumnya) dan orang tuanya memenuhi panggilan polsek Tanah Abang @polsekmetrotanahabang715<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak korban setuju untuk tidak lanjut memperkarakan\/menuntut pelaku ke jalur hukum dan menerima permintaan maafkan dari pelaku Fredy Taufiqurahman ojol dari @maxim_indo .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harapan kami dengan adanya kejadian ini bisa jadi pelajaran buat penegak hukum untuk aktif memberikan sanksi terhadap pelanggar lalu lintas apapun jenis kendaraannya terutama pelanggar jalur sepeda terproteksi, yang sudah jelas-jelas diatur dalam Undang Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">terima kasih kepada Polsek Tanah Abang yang telah menerima dan karena viral baru kemudian menindaklanjuti laporan dari korban yang sebelumnya sudah melapor pada jumat 21 juni 2024 dini hari, tapi malah diarahkan ke kemayoran. Serta telah membuat adek kami makin terbebani mentalnya hanya karena berlama-lama di kantor polisi,&#8221; tulis akun Instagram @b2windonesia, Selasa (25\/6\/2024)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kasus pemukulan pengemudi ojek online (ojol) terhadap seorang bocah di jalur sepeda kawasan Jalan Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat berakhir&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18161,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[3293,3291],"class_list":["post-18160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-ohol","tag-ojol-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18160"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18160\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}