{"id":19758,"date":"2024-11-11T19:15:43","date_gmt":"2024-11-11T12:15:43","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=19758"},"modified":"2024-11-11T19:15:43","modified_gmt":"2024-11-11T12:15:43","slug":"jumlah-korban-bertambah-titik-pengungsian-korban-erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki-diperluas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2024\/11\/jumlah-korban-bertambah-titik-pengungsian-korban-erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki-diperluas\/","title":{"rendered":"Jumlah Korban Bertambah: Titik Pengungsian Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Diperluas"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Flores Timur &#8211; Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meletus pada Minggu (10\/11\/2024). Pos Pemantau Gunung Api Lewotobi Laki-Laki mencatat gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu meletus sebanyak lima kali sejak Minggu (10\/11\/2024) siang.<br>Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Albertus Galih Prasida Kastawa menyebutkan lima letusan tersebut terjadi dalam rentang pukul 12.00-18.00 Wita. Menurutnya, tinggi kolom abu sekitar 1.000-1.500 meter dengan warna asap kelabu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Aliran lava arah timur laut sejauh 4.340 meter dari pusat erupsi,&#8221; kata Albertus dalam keterangan tertulisnya, Minggu malam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan jumlah pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT, bertambah menjadi 12.200 jiwa hari ini dari yang awalnya di angka 11.445 pengungsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Juru bicara BNPB, Abdul Muhari mengatakan tempat pengungsian yang tersedia sudah tidak mampu menampung jumlah korban. Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya memperluas sebaran tempat pengungsian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sebanyak 1.049 warga dari tujuh desa sudah mulai menempati pengungsian di SD Katolik Etobi sejak Sabtu (9\/11) pagi,&#8221; katanya kepada Antara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak berwenang telah menetapkan radius berbahaya sembilan kilometer di sektor barat daya-barat laut, dan sisanya tujuh kilometer dari puncak kawah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah telah mengeluarkan bantuan berupa paket sembako, paket makanan anak termasuk peralatan dapur keluarga, selimut, matras, tenda, genset serta toilet mudah alih (portabel).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengeklaim bantuan untuk pengungsi ini cukup hingga sepekan ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saat ini&nbsp;bufferstock&nbsp;(pasokan barang) logistik yang ada masih cukup untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga sepekan ke depan. Jika masih kurang maka bantuan juga segera kami kirim ke lokasi,&#8221; kata pria yang disapa Gus Ipul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nilai bantuan yang digelontorkan sejauh ini mencapai Rp3,14 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejauh ini, aktivitas masyarakat dilakukan dengan segala keterbatasannya, sebagaimana anak-anak harus mengadakan kegiatan pembelajaran di tenda-tenda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Flores Timur &#8211; Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meletus pada Minggu (10\/11\/2024). Pos Pemantau&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19759,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3545,3546,3547],"class_list":["post-19758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-erupsi-gunung","tag-erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki","tag-flores-ntt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19758"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19758\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}