{"id":21117,"date":"2025-04-11T15:09:14","date_gmt":"2025-04-11T08:09:14","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=21117"},"modified":"2025-04-11T15:09:16","modified_gmt":"2025-04-11T08:09:16","slug":"gempa-di-bogor-terdengar-suara-gemuruh-dan-dentuman-bmkg-berikan-penjelasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/04\/gempa-di-bogor-terdengar-suara-gemuruh-dan-dentuman-bmkg-berikan-penjelasan\/","title":{"rendered":"Gempa di Bogor Terdengar Suara Gemuruh dan Dentuman, BMKG Berikan Penjelasan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA<\/strong>&#8211; BMKG<br>menjelaskan terkait suara gemuruh dan dentuman yang terjadi saat gempa di Kota Bogor Jawa Barat. Suara tersebut dianggap wajar lantaran gempa dangkal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suara gemuruh dan dentuman ini ramai di media sosial. Bahkan suara tersebut terekam jelas dalam rekaman CCTV.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan suara tersebut kerap terdengar ketika gempa sangat dangkal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSuara tersebut muncul karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan, sekaligus sebagai bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter sangat dangkal,\u201d kata Daryono dalam keterangannya, Jumat (11\/4\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemua gempa sangat dangkal disertai dengan suara ledakan, dentuman dan gemuruh,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BMKG menyebut gempa Bogor yang terjadi pada Kamis (10\/4) pukul 22.16.13 WIB merupakan gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG menunjukkan bahwa gempa Bogor memiliki mekanisme geser (strike-slip).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Episenter Gempa Bogor terletak pada jalur Sesar Sesar Citarik yang memiliki mekanisme geser mengiri (Sidarto, 2008). Adapun, pusat gempa berada pada koordinat 6.62 LS dan 106.8 BT dengan kedalaman hiposenter 5 km.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPembangkit gempa Bogor diduga kuat adalah Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip) sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBukti bahwa Gempa Bogor adalah gempa tektonik tampak pada bentuk gelombang gempa hasil catatan sensor seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko) dengan karakteristik gelombang S (Shear) yang kuat dengan komponen frekuensi tinggi (Strong shearing is a characteristic of tectonic earthquakes that occur when faults rupture and release energy),\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BMKG mencatat telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak 4 kali, yakni pukul 23.12 WIB (Magnitudo 1,9), pukul 23.14 WIB (Magnitudo 1,7), pukul 01.04 WIB (Magnitudo 1,6), dan pukul 1.38 WIB (Magnitudo 1,7).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA&#8211; BMKGmenjelaskan terkait suara gemuruh dan dentuman yang terjadi saat gempa di Kota Bogor Jawa Barat. Suara tersebut dianggap&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":21118,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[4224,4222,4223],"class_list":["post-21117","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-gempa-bogor","tag-gempa-bumi-di-bogor","tag-suara-gemuruh-dan-dentuman-gempa-bogor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21117"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21117\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21119,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21117\/revisions\/21119"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}