{"id":22236,"date":"2025-06-24T19:07:22","date_gmt":"2025-06-24T12:07:22","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=22236"},"modified":"2025-06-24T19:07:25","modified_gmt":"2025-06-24T12:07:25","slug":"roy-suryo-pertanyakan-keaslian-foto-kkn-jokowi-bandingkan-dengan-dokumentasinya-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/06\/roy-suryo-pertanyakan-keaslian-foto-kkn-jokowi-bandingkan-dengan-dokumentasinya-sendiri\/","title":{"rendered":"Roy Suryo Pertanyakan Keaslian Foto KKN Jokowi, Bandingkan dengan Dokumentasinya Sendiri"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, kembali menjadi sorotan setelah mengomentari keaslian foto lawas Presiden Joko Widodo saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pernyataan ini disampaikan menyusul unggahan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, yang membagikan potret Jokowi semasa KKN di Boyolali tahun 1985.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Roy merespons unggahan tersebut dengan membandingkan dokumentasi KKN miliknya pribadi yang dilaksanakan lima tahun setelah masa KKN Jokowi, tepatnya pada tahun 1990 di Desa Mojoroto, Karanganyar, Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSebagai pembanding, saya kirimkan dokumentasi asli KKN saya sendiri. Ini menunjukkan seperti apa seharusnya foto kegiatan KKN kala itu,\u201d ujar Roy dalam keterangannya kepada media, Selasa (24\/6\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak sekadar memberikan pembanding, Roy juga melontarkan kritik terhadap foto yang diunggah PSI. Ia menyoroti minimnya konteks kegiatan dalam foto tersebut, yang menurutnya tidak mencerminkan aktivitas KKN secara nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Roy bahkan menyindir, \u201cJangan hanya sekadar numpang foto di desa tetangga. Harusnya bisa terlihat juga aktivitas nyata KKN-nya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dari sisi narasi, Roy turut mengkritisi aspek teknis dari foto tersebut. Ia mempertanyakan penggunaan format hitam putih pada foto KKN Jokowi, mengingat dokumentasi berwarna sudah umum digunakan di pertengahan 1980-an.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau memang asli dari tahun 1985, mestinya berwarna. Format hitam putih malah menimbulkan kecurigaan akan potensi manipulasi digital atau repro yang tidak presisi,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan Roy Suryo ini menambah dinamika dalam perdebatan di media sosial terkait autentisitas dokumentasi masa lalu tokoh publik, sekaligus membuka diskusi baru tentang pentingnya transparansi dalam penyajian arsip sejarah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, kembali menjadi sorotan setelah mengomentari keaslian foto lawas Presiden Joko Widodo saat menjalani&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22237,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[4797,4798,4799,4800,4796],"class_list":["post-22236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-bandingkan-dengan-dokumentasinya-sendiri","tag-roy-suryo-ijazah-jokowi","tag-roy-suryo-kkn-jokowi","tag-roy-suryo-pertanyakan-foto-kkn-jokowi","tag-roy-suryo-pertanyakan-keaslian-foto-kkn-jokowi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22238,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22236\/revisions\/22238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}