{"id":24164,"date":"2025-11-11T16:55:56","date_gmt":"2025-11-11T09:55:56","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=24164"},"modified":"2025-11-11T16:56:03","modified_gmt":"2025-11-11T09:56:03","slug":"menteri-ham-natalius-pigai-abadikan-nama-gus-dur-di-gedung-kementerian-simbol-perjuangan-kemanusiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/11\/menteri-ham-natalius-pigai-abadikan-nama-gus-dur-di-gedung-kementerian-simbol-perjuangan-kemanusiaan\/","title":{"rendered":"Menteri HAM Natalius Pigai Abadikan Nama Gus Dur di Gedung Kementerian: Simbol Perjuangan Kemanusiaan"},"content":{"rendered":"\n<p>Matawarta.com, JAKARTA- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai\u00a0 menamai gedung utama Kementerian HAM sebagai\u00a0Gedung KH Abdurrahman Wahid, untuk mengenang jasa besar Presiden ke-4 RI, Gus Dur, yang baru saja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Pigai, keputusan ini bukan sekadar penempelan nama, melainkan bentuk penghormatan mendalam bagi sosok yang dianggap\u00a0meletakkan fondasi kemanusiaan dan pluralisme di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya langsung menetapkan nama Gedung Kementerian Hak Asasi Manusia menjadi Gedung KH Abdurrahman Wahid. Ini bukan sekadar nama, tapi napas perjuangan seorang pejuang HAM sejati,\u201d ujar Pigai.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Pigai menilai Gus Dur adalah\u00a0tokoh moral bangsa, bukan sekadar pemimpin politik. Ia mengingat bagaimana kebijaksanaan Gus Dur selalu menempatkan manusia sebagai pusat dari kebijakan, tanpa sekat agama, ras, atau golongan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGus Dur adalah simbol pluralisme, keadilan, dan keberanian moral. Beliau menegaskan bahwa kemanusiaan adalah rumah kita bersama,\u201d imbuh Pigai.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Pigai juga menyebut Gus Dur sebagai presiden pertama yang membentuk Kementerian HAM, langkah yang disebutnya\u00a0monumen keberpihakan terhadap martabat manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama masa kepemimpinannya, Gus Dur dikenal progresif dan berani. Ia mencabut berbagai kebijakan diskriminatif, termasuk\u00a0Tap MPRS No. XXV\/1966\u00a0yang selama puluhan tahun membatasi kebebasan berpikir dan berekspresi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya itu, Pigai menyoroti\u00a0pendekatan dialogis dan penuh empati\u00a0Gus Dur terhadap masyarakat Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Beliau menempatkan rakyat Papua sebagai subjek, bukan objek pembangunan. Itu warisan yang harus terus kita jaga,&#8221; tutur Pigai.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Sebagai bentuk lanjutan penghormatan, Pigai juga menamai\u00a0ruang pelayanan HAM di lantai 1\u00a0dengan nama\u00a0Marsinah, aktivis buruh yang juga baru ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami ingin semangat Gus Dur dan Marsinah hidup di dinding-dinding kementerian ini. Agar setiap keputusan di sini lahir dari nurani dan berpihak pada martabat manusia,\u201d tegas Pigai.<\/p>\n\n\n\n<p>Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk KH Abdurrahman Wahid dan Marsinah menjadi simbol kuat perjuangan untuk kemanusiaan tidak pernah padam ia hanya berganti generasi dan ruang perjuangan. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai\u00a0 menamai gedung utama Kementerian HAM sebagai\u00a0Gedung KH Abdurrahman Wahid, untuk mengenang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":24165,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[5791,5497,5798],"class_list":["post-24164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-gus-dur-jadi-pahlawan-nasional","tag-menteri-ham-natalius-pigai","tag-natalius-pigai-namakan-gus-dur-jadi-nama-gedung-kementerian-ham"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24164"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24166,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24164\/revisions\/24166"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}