{"id":24173,"date":"2025-11-12T13:47:44","date_gmt":"2025-11-12T06:47:44","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=24173"},"modified":"2025-11-12T13:47:48","modified_gmt":"2025-11-12T06:47:48","slug":"gus-elham-cium-anak-kecil-pbnu-geram-dakwah-tak-boleh-nistakan-martabat-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/11\/gus-elham-cium-anak-kecil-pbnu-geram-dakwah-tak-boleh-nistakan-martabat-manusia\/","title":{"rendered":"Gus Elham Cium Anak Kecil, PBNU Geram: Dakwah Tak Boleh Nistakan Martabat Manusia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Matawarta.com, JAKARTA- Jagat media sosial kembali geger. Sebuah video menampilkan pendakwah asal Kediri,\u00a0Elham Yahya Luqman\u00a0atau akrab disapa\u00a0Gus Elham, tampak\u00a0mencium seorang anak kecil\u00a0dalam sebuah acara pengajian. Aksi itu menuai gelombang kritik tajam dari publik dan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang menilai perbuatan tersebut jauh dari teladan seorang pendakwah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)\u00a0angkat bicara dan menyesalkan keras tindakan tersebut. Ketua PBNU\u00a0Alissa Wahid\u00a0menegaskan, perilaku yang merendahkan martabat manusia terutama terhadap anak-anak adalah pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan ajaran Islam yang berlandaskan kasih sayang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cItu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat,\u201d ujar Alissa, dikutip Rabu (12\/11\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Alissa menambahkan, NU memiliki tanggung jawab moral besar untuk menjaga marwah dakwah dan pesantren. Segala bentuk perilaku yang mencederai\u00a0maqashid syariah, terutama perlindungan terhadap kehormatan manusia (hifdz al-\u2018irdh), tak bisa ditoleransi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPrinsip maqashid syariah inilah yang harus dipegang dan menjadi pertimbangan utama para pendakwah,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Ia mengingatkan seorang kiai, nyai, atau pendakwah bukan hanya tokoh agama, tetapi juga\u00a0guru teladan\u00a0yang sepatutnya\u00a0digugu lan ditiru. Karena itu, setiap tokoh agama wajib menjaga kehormatan diri dan jamaahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PBNU pun menyerukan agar ruang dakwah dan pesantren menjadi tempat\u00a0aman dan bermartabat, terutama bagi anak-anak, santri, dan perempuan. Sebagai bentuk komitmen, NU kini mengaktifkan\u00a0Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA)\u00a0untuk menindak dan mencegah segala bentuk penyimpangan di lingkungan pesantren.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDakwah harus menumbuhkan kemuliaan, bukan menistakan martabat manusia,\u201d tegas Alissa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><strong>Gus Elham Akui Kekhilafan dan Minta Maaf<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usai videonya viral,&nbsp;<strong>Gus Elham akhirnya buka suara<\/strong>. Dalam video permintaan maaf yang diunggah di akun Instagram @fuadbakh, ia menyebut perbuatannya sebagai&nbsp;<strong>kekhilafan pribadi<\/strong>&nbsp;dan berjanji memperbaiki diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDengan penuh kerendahan hati, saya Muhammad Elham Yahya Al-Maliki, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan,\u201d ujar Gus Elham.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Ia menegaskan video tersebut&nbsp;<strong>merupakan rekaman lama<\/strong>&nbsp;yang kini sudah dihapus dari seluruh media resminya. Ia mengklaim, anak-anak dalam video itu juga berada di bawah pengawasan orang tua masing-masing yang rutin mengikuti pengajiannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya berkomitmen menjadikan peristiwa ini pelajaran berharga agar tak terulang, dan akan menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak sesuai norma agama, etika, dan budaya bangsa,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di akhir pernyataannya, Gus Elham menutup dengan nada penyesalan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Semoga Allah mengampuni kekhilafan kita semua dan membimbing langkah kita di jalan kebaikan.&#8221; katanya. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA- Jagat media sosial kembali geger. Sebuah video menampilkan pendakwah asal Kediri,\u00a0Elham Yahya Luqman\u00a0atau akrab disapa\u00a0Gus Elham, tampak\u00a0mencium seorang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":24174,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[5803,5804,5805],"class_list":["post-24173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-gus-elham","tag-gus-elham-cium-anak-kecil","tag-pbnu-geram-gus-elham-cium-anak-kecil"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24173"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24175,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24173\/revisions\/24175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}