{"id":24187,"date":"2025-11-13T03:20:31","date_gmt":"2025-11-12T20:20:31","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=24187"},"modified":"2025-11-13T03:20:34","modified_gmt":"2025-11-12T20:20:34","slug":"sihar-sitorus-minta-bgn-ungkap-strategi-penyerapan-rp-63-triliun-dan-dampak-program-mbg-terhadap-ekonomi-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/11\/sihar-sitorus-minta-bgn-ungkap-strategi-penyerapan-rp-63-triliun-dan-dampak-program-mbg-terhadap-ekonomi-daerah\/","title":{"rendered":"Sihar Sitorus Minta BGN Ungkap Strategi Penyerapan Rp 63 Triliun dan Dampak Program MBG terhadap Ekonomi Daerah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Matawarta.com; JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan,\u00a0Sihar Sitorus, menyoroti lambannya realisasi anggaran\u00a0Bantuan Gizi Nasional (BGN)\u00a0dan meminta penjelasan mengenai sejauh mana program\u00a0Makanan Bergizi Gratis (MBG)\u00a0memberikan manfaat bagi perekonomian di tingkat lokal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal itu ia sampaikan dalam\u00a0Rapat Dengar Pendapat (RDP)\u00a0bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12\/11\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sihar menjelaskan bahwa BGN saat ini mengelola dana sebesar\u00a0Rp 71 triliun\u00a0dan tengah mengajukan tambahan sebesar\u00a0Rp 28 triliun, sehingga totalnya mencapai\u00a0Rp 99 triliun. Namun hingga saat ini, realisasi anggaran baru mencapai\u00a0Rp 36,23 triliun.<br>\u201cMasih ada sekitar\u00a0Rp 63,4 triliun\u00a0yang harus diserap dalam waktu satu setengah bulan. Saya berharap BGN bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai strategi penyerapannya agar target dapat tercapai,\u201d ujarnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menekankan pentingnya menjaga\u00a0akuntabilitas penggunaan dana publik\u00a0dalam jumlah besar tersebut.<br>Lebih lanjut, Sihar menyoroti arah kebijakan\u00a0MBG\u00a0yang tengah membangun ekosistem baru di sektor pangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pria yang juga pengusaha itu mencontohkan tantangan di sektor peternakan, khususnya soal\u00a0biaya produksi yang tinggi.<br>\u201cKalau kita bicara soal ekosistem, kita perlu tahu di mana letak beban biayanya. Apakah di komponen ayamnya, di pakan, kualitas bibit, atau justru di proses distribusinya?\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari perhitungannya, total anggaran sekitar\u00a0Rp 100 triliun\u00a0untuk program MBG diperkirakan hanya menyumbang\u00a00,04 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, ia berharap program ini mampu menjadi\u00a0penggerak nyata bagi ekonomi rakyat.<br>\u201cKita ingin MBG menjadi\u00a0leverage\u00a0atau pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Maka, rantai pasok (supply chain) perlu ditelaah lebih dalam,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sihar juga menekankan pentingnya\u00a0pelibatan masyarakat lokal\u00a0dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung keberlanjutan program. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mencontohkan potensi sektor\u00a0perikanan di Dapil Sumut II, yang dinilai sangat besar untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan bergizi. Dengan keterlibatan masyarakat, menurutnya, akan terbentuk ruang yang\u00a0lebih kreatif dan inovatif, bukan justru terbebani oleh ongkos produksi yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di akhir pernyataannya, Sihar menegaskan pentingnya\u00a0rasa tanggung jawab bersama\u00a0dalam menjalankan program yang menyentuh sekitar\u00a080 juta penerima manfaat.<br>\u201cKalau terjadi sesuatu, misalnya kasus keracunan, masyarakat harus merasa memiliki program ini dan ikut bertanggung jawab. Jangan saling menyalahkan, tapi bersama-sama mencari solusi. Di sinilah semangat gotong royong perlu dibangun,\u201d tandas pria berkacamata itu. (Jus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com; JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan,\u00a0Sihar Sitorus, menyoroti lambannya realisasi anggaran\u00a0Bantuan Gizi Nasional (BGN)\u00a0dan meminta&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24188,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[5813,1137,5810,5811,5812],"class_list":["post-24187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-fraksi-pdip-dpr-ri","tag-pdip","tag-sihar-sitorus","tag-sihar-sitorus-bgn-program-mbg-dipertanyakan-efeknya-untuk-daerah","tag-sihar-sitorus-minta-bgn-ungkap-strategi-penyerapan-anggaran-rp63-triliun"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24187"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24187\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24189,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24187\/revisions\/24189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}