{"id":24192,"date":"2025-11-13T10:54:14","date_gmt":"2025-11-13T03:54:14","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=24192"},"modified":"2025-11-13T10:54:15","modified_gmt":"2025-11-13T03:54:15","slug":"video-gus-elham-cium-anak-viral-kpai-desak-aparat-bertindak-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/11\/video-gus-elham-cium-anak-viral-kpai-desak-aparat-bertindak-cepat\/","title":{"rendered":"Video Gus Elham Cium Anak Viral, KPAI Desak Aparat Bertindak Cepat"},"content":{"rendered":"\n<p>Matawarta.com, JAKARTA- Video viral yang menampilkan pendakwah asal Kediri,\u00a0Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, mencium sejumlah anak perempuan menuai kecaman keras.\u00a0Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)\u00a0menilai tindakan tersebut bukan sekadar tidak pantas, tapi juga\u00a0melukai harkat dan martabat anak.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tindakan itu menyerang harkat dan martabat anak sebagai individu yang memiliki hak asasi. Selain itu, perilaku tersebut melanggar aturan hukum dan prinsip perlindungan anak,&#8221; tegas Ketua KPAI\u00a0Margaret Aliyatul Maimunah, Kamis (13\/11\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p><br>Margaret menegaskan, perbuatan seperti yang terlihat dalam video itu\u00a0berpotensi melanggar sejumlah pasal penting, antara lain UUD 1945 Pasal 28B ayat (2), Pasal 4 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 76E UU Nomor 35 Tahun 2014, serta Pasal 4 ayat (1) UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) Tahun 2022.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut KPAI,\u00a0pelecehan atau kekerasan seksual terhadap anak\u00a0bisa meninggalkan dampak serius dan panjang: mulai dari trauma psikologis, gangguan kepercayaan diri, hingga terganggunya tumbuh kembang anak.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Efeknya destruktif dan bisa merusak perkembangan mental serta fisik anak,&#8221; ujar Margaret.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Sebagai tindak lanjut, KPAI telah menyusun sejumlah langkah strategis:<\/p>\n\n\n\n<p>Melakukan telaah dan identifikasi pelanggaran hak anak.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Melaporkan indikasi pelanggaran\u00a0kepada aparat berwenang.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Berkoordinasi lintas lembaga\u00a0agar anak-anak terdampak mendapat perlindungan dan pemulihan psikologis.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Menguatkan edukasi masyarakat\u00a0tentang:<\/p>\n\n\n\n<p>Perlindungan anak dari kejahatan seksual;<br><\/p>\n\n\n\n<p>Batasan interaksi aman antara orang dewasa dan anak;<br><\/p>\n\n\n\n<p>Literasi digital untuk melindungi identitas anak di ruang publik.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Mengimbau publik agar tidak menormalisasi perilaku yang melanggar batas\u00a0terhadap anak.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Mendorong Kementerian Agama\u00a0membina para dai dan penceramah agar dakwah selalu menjunjung tinggi prinsip perlindungan anak. (mua)<br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA- Video viral yang menampilkan pendakwah asal Kediri,\u00a0Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, mencium sejumlah anak perempuan menuai kecaman&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":24174,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[5804,5816],"class_list":["post-24192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-gus-elham-cium-anak-kecil","tag-kpai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24192"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24193,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24192\/revisions\/24193"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}