{"id":24354,"date":"2025-11-22T09:44:27","date_gmt":"2025-11-22T02:44:27","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=24354"},"modified":"2025-11-22T09:44:32","modified_gmt":"2025-11-22T02:44:32","slug":"badai-di-pbnu-rais-aam-ultimatum-gus-yahya-mundur-dalam-3-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/11\/badai-di-pbnu-rais-aam-ultimatum-gus-yahya-mundur-dalam-3-hari\/","title":{"rendered":"Badai di PBNU: Rais Aam Ultimatum Gus Yahya Mundur dalam 3 Hari"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Matawarta.com, JAKARTA<\/strong>&#8211; Gelombang besar tengah mengguncang tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebuah risalah Rapat Harian Syuriah PBNU mendadak beredar luas dan menghebohkan jagat NU. Dokumen itu memuat keputusan paling tegas yang pernah muncul dalam beberapa tahun terakhir, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, diminta angkat kaki dari jabatannya hanya dalam tiga hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Rapat Syuriah yang digelar Kamis (20\/11) di Hotel Aston City Jakarta itu dihadiri mayoritas pengurus harian, 37 dari 53 orang. Dipimpin langsung Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, rapat tersebut menghasilkan keputusan yang langsung mengarah ke pucuk kepemimpinan PBNU. Risalah rapat itu ditandatangani sang Rais Aam, mempertegas keputusan ini bukan sekadar isu pinggiran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari,\u201d demikian salah satu poin ultimatum. Jika tidak dipenuhi, Syuriah menyatakan siap memberhentikan Gus Yahya secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penyebab Gejolak: AKN NU dan Isu Zionisme<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber utama turbulensi ini bermula dari penyelenggaraan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU). Di sana, panitia disebut menghadirkan narasumber yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme Internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah itu dipandang Syuriah sebagai tindakan yang bukan hanya melanggar nilai Aswaja An-Nahdliyah. Tetapi juga mencederai marwah PBNU, terlebih ketika dunia tengah mengecam keras agresi Israel.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak berhenti di situ, tata kelola keuangan PBNU juga disebut bermasalah. Dalam risalah itu, tertera indikasi pelanggaran terhadap aturan organisasi hingga regulasi negara sesuatu yang dianggap dapat mengancam keselamatan badan hukum PBNU.<\/p>\n\n\n\n<p>Rangkaian catatan kritis ini membuat Syuriah menyerahkan keputusan akhir kepada Rais Aam dan dua wakilnya. Hasil musyawarah mereka jelas: ultimatum tiga hari untuk Gus Yahya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gus Ipul Coba Redam Panasnya Suasana<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah meningkatnya tensi dan spekulasi, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) turun tangan menenangkan suasana. Ia mengingatkan apa yang terjadi saat ini harus dipandang sebagai dinamika organisasi, bukan konflik yang perlu dibakar lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman,\u201d ujarnya, Jumat (21\/11\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Ia meminta seluruh struktur NU tetap menjaga ukhuwah dan menahan ucapan atau tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Semua pihak diminta mengikuti informasi resmi dari Syuriah, bukan dari rumor liar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cProses ini sepenuhnya berada di tangan Rais Aam dan para wakilnya. Insyaallah semua akan diselesaikan dengan baik dan tetap dalam koridor adab organisasi,\u201d kata Gus Ipul. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA&#8211; Gelombang besar tengah mengguncang tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebuah risalah Rapat Harian Syuriah PBNU mendadak beredar&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12612,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[5888,5889],"class_list":["post-24354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-gus-yahya-diminta-mundur","tag-rapat-harian-syuriah-pbnu-minta-gus-yahya-mundur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24354"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24354\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24355,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24354\/revisions\/24355"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12612"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}