{"id":24888,"date":"2025-11-14T21:35:58","date_gmt":"2025-11-14T14:35:58","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=24888"},"modified":"2025-12-16T21:36:54","modified_gmt":"2025-12-16T14:36:54","slug":"menpora-erick-pesan-para-siswa-harus-saling-menyayangi-dan-respek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/11\/menpora-erick-pesan-para-siswa-harus-saling-menyayangi-dan-respek\/","title":{"rendered":"Menpora Erick Pesan Para Siswa Harus Saling Menyayangi dan Respek"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menghadiri kegiatan <em>Stand Up Against Bullying<\/em> di SMAN 3 Jakarta, Jalan Taman Setia Budi II Nomor 1, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (14\/11) pagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini terhadap praktik perundungan di lingkungan sekolah. Menpora Erick menyampaikan sambutan sekaligus amanat kepada para siswa kelas X hingga XII yang hadir di lapangan sekolah, dengan menekankan dampak negatif bullying.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDi keluarga saya, saya diajari oleh almarhum bapak saya, Haji Muhammad Thohir, kalau kakak harus sayang adik. Prinsipnya sederhana, kakak kelas harus sayang adik kelas, dan adik kelas harus respek kepada kakak kelas. Setuju?\u201d ujar Menpora di hadapan para siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menpora Erick kemudian mengajak siswa berinteraksi dengan menanyakan pengalaman terkait perundungan. Dari respons yang diterima, ia mengaku bersyukur dan bangga karena situasi di SMAN 3 Jakarta relatif kondusif dan tidak ditemukan kasus bullying yang menonjol. Apalagi, Menpora Erick juga merupakan alumni sekolah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia pun berbagi pengalaman pribadi saat masih bersekolah. Menpora mengaku pernah mengalami perundungan ketika aktif bermain basket antarangkatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cWaktu itu tanding antara kelas satu dan kelas tiga. Main basketnya bukan seperti basket, tapi sudah seperti tarkam. Berdarah-darah,\u201d kenangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, Menpora menegaskan bahwa perundungan tidak boleh mematahkan semangat. Ia memilih bertahan hingga akhir pertandingan dan justru mendapatkan apresiasi dari para seniornya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMereka bilang, \u2018kamu hebat, kamu tidak takut\u2019. Jadi siapa pun yang mem-bully jangan pernah bangga. Sebaliknya, siapa pun yang di-bully harus berani bangkit,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menpora Erick menyampaikan kebanggaannya sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 3 Jakarta. Menurutnya, sekolah ini membentuk karakter kepemimpinan, empati, dan nilai persahabatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menekankan pentingnya program sekolah yang benar-benar menyentuh siswa secara langsung. Menpora menilai persoalan pemuda berbeda di setiap rentang usia, termasuk isu kesehatan mental dan kepemimpinan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIsunya berbeda-beda. Ini yang harus kita rajut sejak dini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menpora Erick kembali mengajak para kakak kelas untuk menjadi teladan dan menyayangi adik kelas, serta mendorong para siswa agar berani berbicara jika mengalami perundungan, termasuk di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJangan takut. Kalian tidak sendirian,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menutup sambutannya, Menpora menegaskan bahwa pembangunan karakter dan empati menjadi kunci bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita tidak mungkin menjadi orang baik tanpa empati. Empati kepada orang tua, lingkungan, dan alam,\u201d pungkas Menpora Erick.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menghadiri kegiatan Stand Up Against Bullying di SMAN 3 Jakarta, Jalan Taman&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24889,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[88,6070,96,6050],"class_list":["post-24888","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-kemenpora","tag-kemenpora-november-2025","tag-menpora","tag-menpora-erick"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24888","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24888"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24888\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24890,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24888\/revisions\/24890"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}