{"id":25031,"date":"2025-12-22T15:49:00","date_gmt":"2025-12-22T08:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=25031"},"modified":"2025-12-22T15:49:01","modified_gmt":"2025-12-22T08:49:01","slug":"esdm-tegaskan-lereng-gunung-slamet-aman-tak-ditemukan-aktivitas-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/12\/esdm-tegaskan-lereng-gunung-slamet-aman-tak-ditemukan-aktivitas-ilegal\/","title":{"rendered":"ESDM Tegaskan Lereng Gunung Slamet Aman, Tak Ditemukan Aktivitas Ilegal"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluruskan isu yang berkembang terkait adanya dugaan aktivitas pertambangan di lereng barat daya Gunung Slamet, Banyumas. Hasil pengecekan terbaru memastikan kawasan tersebut kini dalam kondisi aman dan tidak lagi digunakan untuk kegiatan tambang maupun eksplorasi aktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) ESDM, Jeffri Huwae, mengatakan timnya telah turun langsung ke lokasi pada 13 Desember 2025. Dari hasil peninjauan, lahan yang sempat terlihat terbuka itu justru menunjukkan tanda-tanda pemulihan alami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cArea tersebut sudah lama ditinggalkan. Saat kami cek di lapangan, lahan mulai tertutup rumput dan tanaman liar, serta tidak ditemukan indikasi bahaya longsor,\u201d ujar Jeffri di Jakarta, Senin (22\/12).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses rehabilitasi lingkungan juga terekam melalui pemantauan satelit. Citra Sentinel-2 per 30 Mei 2025 memperlihatkan wilayah yang sebelumnya gundul kini berangsur kembali hijau, seiring tumbuhnya vegetasi alami di kawasan bekas bukaan lahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jeffri menjelaskan, bukaan lahan yang sempat memicu kekhawatiran publik bukanlah aktivitas baru. Kegiatan tersebut dilakukan pada 2017-2018 oleh PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE), saat perusahaan masih mengantongi izin pengusahaan panas bumi di wilayah Baturraden dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhatian masyarakat awalnya muncul setelah citra Google Maps memperlihatkan jalur terbuka sepanjang kurang lebih tiga kilometer di ketinggian 1.300 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Temuan itu menimbulkan dugaan adanya kegiatan ilegal di kawasan hutan lereng Gunung Slamet.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menanggapi hal tersebut, Ditjen Gakkum ESDM melakukan penelusuran mendalam menggunakan citra historis Google Earth, sekaligus mencocokkan data dengan arsip Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHasil verifikasi menunjukkan pembukaan lahan dilakukan untuk kebutuhan eksplorasi panas bumi, seperti pembangunan jalan akses rig, kolam air pemboran, serta tiga sumur eksplorasi,\u201d terang Jeffri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur kala itu telah mengikuti standar teknis, termasuk penerapan terasering, pembangunan dinding penahan tanah, serta pengaturan jalan dengan lebar sekitar 10 meter guna menekan risiko longsor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE terus mengawasi proses reklamasi dan penutupan sumur eksplorasi yang sudah tidak aktif, sekaligus memastikan pemulihan lingkungan berjalan sesuai aturan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPengawasan rutin tetap dilakukan agar kawasan tetap aman dan aktivitas panas bumi berlangsung sesuai ketentuan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah pun mengimbau warga di sekitar Gunung Slamet untuk tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi. Kementerian ESDM menegaskan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan, keselamatan masyarakat, serta memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada publik. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluruskan isu yang berkembang terkait adanya dugaan aktivitas pertambangan di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25032,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-25031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25031"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25033,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25031\/revisions\/25033"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}