{"id":25034,"date":"2025-12-22T16:38:52","date_gmt":"2025-12-22T09:38:52","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=25034"},"modified":"2025-12-22T16:38:55","modified_gmt":"2025-12-22T09:38:55","slug":"harga-cabai-naik-akibat-cuaca-ekstrem-pemerintah-jaga-stabilitas-pangan-pokok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2025\/12\/harga-cabai-naik-akibat-cuaca-ekstrem-pemerintah-jaga-stabilitas-pangan-pokok\/","title":{"rendered":"Harga Cabai Naik Akibat Cuaca Ekstrem, Pemerintah Jaga Stabilitas Pangan Pokok"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Tekanan harga cabai di pasar domestik dinilai sebagai fenomena musiman yang dipicu gangguan sisi pasokan, terutama akibat cuaca ekstrem dan bencana alam di sejumlah wilayah produksi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai fluktuasi tersebut tidak mencerminkan masalah struktural pada sistem pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amran menegaskan, volatilitas harga cabai bersifat terbatas dan tidak terjadi secara merata. Di beberapa daerah, harga justru terpantau stabil. Pemerintah, kata dia, memprioritaskan pengendalian harga pada komoditas pangan utama yang berperan besar terhadap inflasi dan daya beli masyarakat, seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging ayam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, keempat komoditas tersebut berada dalam kondisi pasokan berlebih sehingga tidak memiliki ruang untuk mengalami kenaikan harga di tingkat konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cCabai itu fluktuatif. Kalau naik sedikit karena hujan dan bencana, itu masih dalam batas normal. Tapi beras, minyak goreng, telur, dan ayam tidak boleh naik karena kita surplus,\u201d ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (22\/12\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah juga menyoroti potensi distorsi harga di tingkat distribusi. Berdasarkan hasil peninjauan ke peternak, harga ayam dan telur di level produsen relatif stabil. Jika ditemukan lonjakan di pasar ritel, Amran menduga adanya praktik spekulasi yang memanfaatkan momentum peningkatan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKondisi di peternak normal. Kalau harga di pasar naik, itu bukan karena produksi, tapi karena ada permainan di rantai distribusi. Ini yang sedang kami awasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi ketahanan pangan, posisi stok beras nasional berada pada level yang sangat kuat. Cadangan beras pemerintah tercatat mencapai 3,53 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Dengan cadangan tersebut, pemerintah memastikan risiko kelangkaan maupun tekanan harga hingga Ramadan 2026 dapat ditekan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDengan stok sebesar itu, suplai aman dan stabil. Tidak ada alasan terjadi gejolak harga,\u201d kata Amran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tekanan harga cabai masih cukup signifikan. Pada pekan ketiga Desember 2025, harga cabai rawit secara nasional melonjak 52,86% dibandingkan November 2025. Kenaikan tersebut tercatat terjadi di 276 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara rata-rata nasional, harga cabai rawit kini berada di level Rp 66.841 per kilogram, meningkat tajam dari Rp 43.728 per kilogram pada bulan sebelumnya. Harga tersebut telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah yang ditetapkan pada kisaran Rp 40.000-Rp 57.000 per kilogram.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesenjangan harga paling tinggi terjadi di wilayah timur Indonesia. Kabupaten Nduga mencatat harga tertinggi sebesar Rp 200.000 per kilogram, diikuti Kabupaten Paniai Rp 176.000 per kilogram dan Kabupaten Intan Jaya Rp 170.000 per kilogram, mencerminkan tantangan distribusi dan keterbatasan akses logistik. (paz)<\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Tekanan harga cabai di pasar domestik dinilai sebagai fenomena musiman yang dipicu gangguan sisi pasokan, terutama akibat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25035,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3512,2],"tags":[6118,6119],"class_list":["post-25034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-food","category-nasional","tag-harga-cabai-naik","tag-mentan-andi-amran-sulaiman"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25034"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25034\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25036,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25034\/revisions\/25036"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}