{"id":2525,"date":"2021-08-12T22:28:48","date_gmt":"2021-08-12T15:28:48","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=2525"},"modified":"2021-09-16T22:29:40","modified_gmt":"2021-09-16T15:29:40","slug":"menpora-amali-tegaskan-dbon-untuk-pabrik-prestasi-olahraga-jangka-panjang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2021\/08\/menpora-amali-tegaskan-dbon-untuk-pabrik-prestasi-olahraga-jangka-panjang\/","title":{"rendered":"Menpora Amali Tegaskan DBON untuk Pabrik Prestasi Olahraga Jangka Panjang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA &#8211;<\/strong> Menteri Pemuda Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengungkapkan bahwa Grand Design Olahraga Nasional atau Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) disusun untuk melakukan pembinaan atlet berprestasi menuju olimpiade sebagai target utama. Sementara Asian Games dan SEA Games menjadi sasaran antara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi perubahan paradigma berawal arahan presiden pada peringatan Haornas ke-37, tanggal 9 September. Arahan beliau itu saya diminta mereview total ekosistem olahraga Indonesia. Karena beliau sampaikan tak masuk di akal kita ini penduduknya lebih dari 267 juta, masa sih mendapatkan atlet dan talenta-talenta kita gak bisa,\u201d kata Menpora Amali saat menjadi narasumber dalam podcast JPNN.com, Selasa (10\/8) sore.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam arahan tersebut, Presiden Jokowi meminta Menpora Amali untuk memperbaiki manajemen dan data olahraga dalam meningkatkan prestasi olahraga dan mencari talenta-talenta atlet usia dini di seluruh Indonesia. Selain itu, Jokowi meminta Menpora untuk bekerjasama dengan KONI, KOI dan stakeholder olahraga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDari arahan bapak presiden kemudian saya diskusi internal dan berdiskusi dengan eksternal. Semua stakeholder termasuk kalangan perguruan tinggi, para profesor olahraga, akademisi, guru besar olahraga di berbagai perguruan tinggi,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Menpora, prestasi olahraga selama ini didapatkan didapatkan by accident bukan by design. Sehingga, meskipun mereka berprestasi tapi tidak ada pelapis atu penggantinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMungkin bisa mencapai prestasi tinggi. Tapi setelah itu, lapisan di tengah, lapisan bawah, bahkan paling bawah kita gak punya. Dengan bahasa sederhana sering saya sampaikan kita harus membuat pabrik prestasi. Prestasi ini harus dipabrik, harus dibuat, dan untuk membuat itu kita harus design, harus ada blue print, dan untuk menuju kesana harus ada road map (olahraga),\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, Desain Besar Olahraga Nasional dilahirkan dan saat ini masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum. Dalam DBON, ini Kemenpora melibatkan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau ini jalan (DBON). Baru kita bisa mengukur prestasi. Tetapi kalau masih seperti sekarang, kita akan begini terus, kita tak pernah ada fokus,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menpora juga menjelaskan, dalam DBON ini pihaknya menempatkan 14 cabang olahraga sebagai cabor unggulan. Cabor-cabor tersebut dipilih berdasarkan karakter fisik orang Indonesia dan yang sudah dipertandingkan di olimpiade.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita diskusi dan kita menyimpulkan, kita harus menyesuaikan dengan kondisi fisik orang Indonesia. Nah yang cocok adalah mengandalkan yang teknik dan akurasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita harus perluas cabor yang lolos kualifikasi dan makin banyak yang lolos kualifikasi sehingga probabilitas untuk memperoleh medali makin terbuka lebar,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penempatan urutan cabor-cabor tersebut didasarkan pada perhitungan yang matang secara ilmiah. Misalnya, cabor Bulutangkis ditempatkan di urutan pertama di DBON karena dari sisi sejarah prestasinya di olimpiade, perbandingan dengan negara lain serta statistiknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, cabor unggulan adalah yang digemari masyarakat Indonesia misalnya Sepakbola, Bola basket dan Bola voli. \u201cSepakbola berdasarkan survei lembaga internasional digemari hingga diatas 70 persen rakyat Indonesia,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga cabor tersebut dimasukan dalam DBON untuk kategori kelompok industri. Pasalnya, ketiganya secara statistic dan sejarah olimpiade tidak masuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita kelompokkan tiga cabor ini dalam industri olahraga. Karena ketiga cabor ini sudah menjalankan kompetisi olahraga secara professional, berarti industri olahraga sudah jalan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, cabor yang konsisten di pertandingkan di olimpiade unggulkan dalam DBON seperti Panahan, Menembak, Angkat Besi, Bulu Tangkis dan lainnya. Dengan demikian, cabor-cabor tersebut akan dijadikan fokus dalam pembinaan atlet kedepan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDari Olimpiade Tokyo ada pelajaran baru yang kita didapatkan, ada negara di Olimpiade Rio itu bahkan tak ada peringkat. Kok tiba-tiba dia ada sekarang bahkan di atas kita,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, hal itu terjadi karena Negara-negara tersebut fokus terhadap pembinaan olahraga tertentu. Misalnya, Jamaika yang hanya konsentrasi di atletik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cRupanya seperti Jamaika dia konsentrasi. Hal itu yang selama ini kita enggak pikirkan, paradigma kita tak seperti ini, dapat dua medali emas saja misalnya, itu rangking langsung naik. Nah hal-hal seperti ini yang tidak kita pikirkan, yang penting kita kirim kontingen sebanyak-banyaknya,\u201d paparnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, Menpora ingin merubah paradigma paradigma masyarakat dalam DBON yang telah disusun tersebut. Meskipun, Menpora Amali mengakui hal itu merupakan affirmative action. Namun, menurutnya, hal itu harus dilakukan karena kalau tidak maka prestasi olahraga akan seperti yang selama ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya siap tidak popular dan saya siap dianggap tidak berprestasi jangka pendek. Tetapi saya akan menanamkan pondasi yang kuat terhadap olahraga Indonesia,\u201d tegasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Menteri Pemuda Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengungkapkan bahwa Grand Design Olahraga Nasional atau Desain&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-2525","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2525"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2525\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}