{"id":25412,"date":"2026-01-13T18:00:01","date_gmt":"2026-01-13T11:00:01","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=25412"},"modified":"2026-01-13T18:00:06","modified_gmt":"2026-01-13T11:00:06","slug":"bahlil-bantah-monopoli-bbm-tegaskan-peran-negara-sesuai-pasal-33-uud-1945","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/01\/bahlil-bantah-monopoli-bbm-tegaskan-peran-negara-sesuai-pasal-33-uud-1945\/","title":{"rendered":"Bahlil Bantah Monopoli BBM, Tegaskan Peran Negara Sesuai Pasal 33 UUD 1945"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Matawarta.com, JAKARTA<\/strong> &#8211; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menepis keras tudingan adanya praktik monopoli dalam pengelolaan SPBU dan distribusi BBM. Isu tersebut kembali mengemuka dalam sebuah diskusi publik yang menyoroti narasi negara disebut ingin \u201cmematikan\u201d peran badan usaha swasta.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi hal itu, Bahlil langsung mengacu pada landasan konstitusional, yakni Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Ia menegaskan, tidak ada monopoli sebagaimana yang dituduhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni kejadian beberapa bulan lalu, ketika ada badan usaha swasta yang kehabisan kuota impor. Pertama, tidak ada itu monopoli. Sekalipun UUD 1945 Pasal 33 menyebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara,\u201d ujar Bahlil dalam podcast Kasisolusi.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, makna &#8220;dikuasai oleh negara&#8221; sering disalahartikan. Negara, kata Bahlil, bukan bertindak sebagai penguasa tunggal yang menyingkirkan swasta, melainkan sebagai pengatur agar kepentingan publik tetap terlindungi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cCabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak memang harus dikuasai negara. Tapi bukan berarti negara jadi raksasa jahat yang melindas pengusaha swasta,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahlil mencontohkan SPBU sebagai urat nadi transportasi masyarakat. Dalam konteks itu, kehadiran negara menjadi penting agar distribusi energi berjalan adil dan tidak merugikan rakyat. Karena itu, tudingan monopoli dinilainya tidak berdasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga memaparkan pada 2025, pemerintah justru meningkatkan kuota impor BBM bagi badan usaha swasta hingga 110 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kuota tersebut dibagikan secara merata sejak awal tahun melalui perencanaan yang telah disusun pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMungkin ada yang kuotanya habis di bulan September. Tapi bukan berarti negara tidak memberi. Dari awal sudah dibagi sesuai perencanaan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi badan usaha yang kehabisan kuota, Bahlil menawarkan solusi kolaborasi dengan Pertamina melalui skema business to business (B2B). Skema ini disepakati secara terbuka dengan prinsip transparansi, saling menguntungkan, dan menjaga kualitas BBM.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMereka setuju, open book. Saya minta tidak boleh ada yang saling merugikan. Harus win-win, kualitas juga harus bagus,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, Bahlil menyayangkan adanya oknum dari badan usaha swasta yang justru memainkan opini di media sosial untuk menekan pemerintah agar memberikan tambahan kuota impor.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNegara tidak boleh ditekan seperti itu. Yang mengatur pengusaha adalah negara, tapi negara juga tidak boleh zalim kepada pengusaha,\u201d kata Bahlil.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan posisinya yang memahami dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya ini mantan pengusaha. Jadi saya tahu betul, negara harus adil, tegas mengatur, tapi tetap melindungi,\u201d pungkasnya. (paz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menepis keras tudingan adanya praktik monopoli dalam pengelolaan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25413,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6228,3826],"class_list":["post-25412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-bahlil-bantah-monopoli-bbm","tag-menteri-esdm-bahlil-lahadalia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25414,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25412\/revisions\/25414"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}