{"id":25528,"date":"2026-01-26T15:28:14","date_gmt":"2026-01-26T08:28:14","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=25528"},"modified":"2026-01-26T15:28:26","modified_gmt":"2026-01-26T08:28:26","slug":"kapolri-listyo-sigit-tolak-kementerian-kepolisian-pilih-dicopot-atau-jadi-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/01\/kapolri-listyo-sigit-tolak-kementerian-kepolisian-pilih-dicopot-atau-jadi-petani\/","title":{"rendered":"Kapolri Listyo Sigit Tolak Kementerian Kepolisian, Pilih Dicopot atau Jadi Petani"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA<\/strong> &#8211; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan sikap keras menentang wacana penempatan Polri di bawah sebuah kementerian. Menurutnya, gagasan tersebut justru berpotensi mereduksi kewenangan Polri sekaligus melemahkan posisi Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan itu disampaikan Sigit seusai Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26\/1\/2026). Ia mengapresiasi fraksi-fraksi DPR yang tetap mendukung Polri berada langsung di bawah Presiden RI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sigit menegaskan, struktur Polri saat ini sudah ideal untuk menjalankan fungsi pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Ia menilai keberadaan Polri langsung di bawah Presiden membuat institusi ini lebih sigap bergerak saat dibutuhkan negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagi kami, posisi Polri seperti sekarang ini sudah paling tepat. Kami bisa menjadi alat negara yang benar-benar melayani masyarakat. Kalau harus di bawah kementerian khusus, itu bukan solusi,\u201d ujar Sigit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, ia mengingatkan penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi menimbulkan dualisme kepemimpinan. Sigit menyebut kondisi tersebut sebagai \u201cmatahari kembar\u201d yang dapat mengaburkan garis komando.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau Polri harus berada di bawah menteri, padahal Presiden juga punya otoritas, itu bisa menimbulkan kebingungan. Kita tidak bisa bergerak cepat karena harus menunggu jalur birokrasi tambahan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kesempatan itu, Sigit juga mengungkap pernah mendapat tawaran untuk menjadi menteri kepolisian jika struktur tersebut dibentuk. Namun, ia menolak mentah-mentah ide itu dan menyatakan lebih memilih profesi lain ketimbang memimpin Polri dari dalam kabinet.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAda yang menawari saya jadi menteri kepolisian. Saya tegaskan di sini, saya menolak. Kalau harus memilih, saya lebih baik jadi petani,\u201d ucap Sigit, yang disambut tepuk tangan anggota Komisi III DPR.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapolri menegaskan menempatkan Polri di bawah kementerian sama artinya dengan melemahkan institusi, negara, dan Presiden. Ia bahkan menyatakan lebih siap dicopot dari jabatannya daripada harus menerima konsep kementerian kepolisian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau pilihannya Polri tetap di bawah Presiden atau Polri di bawah Presiden tapi ada menteri kepolisian, saya pilih Kapolrinya saja yang dicopot,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sigit pun meminta seluruh jajaran Polri untuk konsisten mempertahankan posisi institusi tetap berada langsung di bawah Presiden RI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPerjuangkan ini sampai titik darah penghabisan,\u201d pungkasnya. (paz)<\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan sikap keras menentang wacana penempatan Polri di bawah sebuah kementerian. Menurutnya,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5816,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[4171,6281,6283],"class_list":["post-25528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-kapolri-jenderal-listyo-sigit","tag-listyo-sigit-tolak-kementerian-kepolisian","tag-wacana-polri-di-bawah-kementerian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25528"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25530,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25528\/revisions\/25530"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}