{"id":26120,"date":"2026-03-18T11:49:53","date_gmt":"2026-03-18T04:49:53","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=26120"},"modified":"2026-03-18T11:49:56","modified_gmt":"2026-03-18T04:49:56","slug":"jelang-puncak-mudik-pemprov-jatim-gelar-operasi-modifikasi-cuaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/03\/jelang-puncak-mudik-pemprov-jatim-gelar-operasi-modifikasi-cuaca\/","title":{"rendered":"Jelang Puncak Mudik, Pemprov Jatim Gelar Operasi Modifikasi Cuaca"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA<\/strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi menghantam momen krusial arus mudik dan Lebaran Idulfitri 2026. Lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), diharapkan dapat menekan risiko bencana hidrometeorologi di jalur-jalur utama perjalanan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengungkapkan penyemaian awan difokuskan pada titik-titik rawan, mulai dari kawasan Tapal Kuda hingga bentang pesisir selatan provinsi tersebut. Langkah ini disebut sebagai instruksi langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa guna meredam potensi gangguan cuaca yang dapat mengancam keselamatan pemudik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cOMC ini kami jalankan untuk meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi selama periode Lebaran,\u201d tegas Gatot di Surabaya, Selasa (17\/3).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada hari pertama operasi, tim udara tancap gas dengan menuntaskan tiga kali penerbangan selama total 5 jam 20 menit. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 2,8 ton kalsium oksida ditebar di langit Situbondo dan wilayah utara Banyuwangi sebagai bahan semai untuk mengendalikan intensitas hujan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki hari kedua, pesawat PK-SCJ kembali diterjunkan dengan misi menyisir wilayah barat dan tengah Jawa Timur. Sasaran penyemaian meliputi zona utara Tuban, kawasan Mojokerto dan sekitarnya di jalur tengah, hingga wilayah selatan dan Tapal Kuda seperti Jember, Situbondo, serta Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gatot menegaskan, operasi rekayasa cuaca ini akan terus berlangsung selama sepuluh hari, setidaknya hingga 26 Maret 2026 atau H+5 Lebaran. Targetnya jelas: menekan curah hujan di jalur vital mudik agar arus perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni bentuk pelayanan nyata Pemprov Jatim bagi warga yang pulang kampung,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah lebih dulu membunyikan alarm peringatan dini. Hampir seluruh wilayah Jawa Timur diprediksi berpotensi dilanda cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran tahun ini.<br>Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan lebat, banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es yang diperkirakan berpotensi terjadi hingga 20 Maret 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, kondisi ini dipicu masa pancaroba yang tengah berlangsung di Jawa Timur. Namun, situasi diperparah oleh pengaruh fenomena atmosfer global seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin yang melintas di kawasan tersebut. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi menghantam momen krusial arus mudik&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20876,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6400,4102,6647],"class_list":["post-26120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-mudik-lebaran-2026","tag-operasi-modifikasi-cuaca","tag-pemprov-jatim-gelar-omc-saat-mudik-lebaran-2026"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26120"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26121,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26120\/revisions\/26121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}