{"id":26486,"date":"2026-05-25T15:43:12","date_gmt":"2026-05-25T08:43:12","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=26486"},"modified":"2026-05-25T15:43:13","modified_gmt":"2026-05-25T08:43:13","slug":"khofifah-bangga-kemiskinan-ekstrem-jatim-tinggal-029-persen-bukti-program-tepat-sasaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/05\/khofifah-bangga-kemiskinan-ekstrem-jatim-tinggal-029-persen-bukti-program-tepat-sasaran\/","title":{"rendered":"Khofifah Bangga Kemiskinan Ekstrem Jatim Tinggal 0,29 Persen: Bukti Program Tepat Sasaran"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA- <\/strong>Kemiskinan ekstrem di Jawa Timur akhirnya nyaris lumpuh. Data terbaru Kemenko PMK dan BPS per 28 April 2026 mencatat angka kemiskinan ekstrem di Jatim anjlok drastis hingga tinggal 0,29 persen pada 2025.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Capaian ini bukan hanya jadi kabar menggembirakan, tetapi juga membuat Jawa Timur melesat jauh di bawah rata-rata nasional yang masih berada di angka 0,85 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penurunan tersebut menjadi salah satu yang paling tajam dalam lima tahun terakhir. Pada 2020, angka kemiskinan ekstrem Jatim masih menyentuh 4,55 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini, hanya dalam rentang lima tahun, angkanya berhasil ditekan hingga tersisa 0,29 persen atau turun sebesar 4,26 persen poin. Angka itu bahkan melampaui penurunan nasional yang tercatat sebesar 3,05 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa strategi pembangunan dan perlindungan sosial di Jawa Timur berjalan efektif dan tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Alhamdulillah, penurunan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur saat ini berada di 0,29 persen atau jauh di bawah nasional sebesar 0,85 persen. Artinya, intervensi yang dilakukan berjalan efektif berkat sinergi dan kolaborasi semua pihak,&#8221; ujar Khofifah di Surabaya, Senin (25\/5).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khofifah membeberkan, tren penurunan kemiskinan ekstrem di Jatim berlangsung konsisten setiap tahun. Pada 2021 angkanya turun menjadi 2,23 persen, lalu 1,80 persen pada 2022, menjadi 0,82 persen di 2023, turun lagi ke 0,59 persen pada 2024, hingga akhirnya menyentuh 0,29 persen pada 2025.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang membuat capaian ini makin mencolok, penurunan tersebut terjadi saat standar global garis kemiskinan ekstrem justru diperketat. Dunia internasional menaikkan indikator kemiskinan ekstrem dari US$1,99 PPP menjadi US$2,15 PPP pada periode 2024\u20132025. Namun Jawa Timur tetap mampu memangkas angka kemiskinan secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Meski standar global berubah, Jawa Timur tetap berhasil menurunkan kemiskinan ekstrem. Ini menunjukkan program pengentasan kemiskinan semakin tepat sasaran,&#8221; tegas Khofifah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya soal kemiskinan ekstrem, sejumlah indikator ekonomi Jatim juga ikut menunjukkan performa positif. Berdasarkan data BPS Februari 2026, angka kemiskinan umum di Jawa Timur turun menjadi 9,30 persen dari sebelumnya 9,50 persen pada Maret 2025.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim juga turun menjadi 3,55 persen, lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 4,68 persen. Bahkan lulusan SMK yang sebelumnya identik sebagai penyumbang pengangguran terbesar kini mulai terserap pasar kerja. Tingkat pengangguran lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khofifah menyebut kondisi itu menandakan program link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri mulai menunjukkan hasil nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ini menunjukkan kualitas lulusan SMK semakin meningkat dan semakin banyak terserap dunia kerja,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah tekanan ekonomi global, Jawa Timur juga masih mampu tampil agresif dalam pertumbuhan ekonomi. BPS mencatat ekonomi Jatim pada Triwulan I-2026 tumbuh 5,96 persen secara year-on-year, tertinggi di Pulau Jawa sekaligus melampaui capaian nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kekuatan ekonomi Jatim ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, dan pertanian 10,51 persen. Jawa Timur juga menjadi penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian nasional dengan kontribusi mencapai 14,40 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut lahir dari kerja bersama lintas sektor, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas sosial hingga relawan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbagai program seperti PKH Plus, Desa Berdaya, perlindungan pekerja rentan, pemberdayaan UMKM, hingga intervensi berbasis data P3KE disebut menjadi senjata utama Pemprov Jatim dalam menekan kemiskinan ekstrem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pengentasan kemiskinan ekstrem tidak cukup hanya bantuan sosial. Harus ada pemberdayaan berkelanjutan agar masyarakat punya daya tahan ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik,&#8221; tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khofifah menegaskan, target utama pemerintah bukan sekadar menurunkan angka statistik, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan hidup yang lebih layak dan sejahtera.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;No One Left Behind. Tidak boleh ada masyarakat Jawa Timur yang tertinggal dari arus pembangunan,&#8221; pungkasnya. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA- Kemiskinan ekstrem di Jawa Timur akhirnya nyaris lumpuh. Data terbaru Kemenko PMK dan BPS per 28 April 2026&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":26487,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6860,6861,4902],"class_list":["post-26486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-angka-kemiskinan-jatim-menurun","tag-gubernur-jatim-khofifah-indar-parawansa","tag-gubernur-jawa-timur-khofifah-indar-parawansa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26486"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26488,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26486\/revisions\/26488"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}