{"id":26684,"date":"2026-06-05T13:07:05","date_gmt":"2026-06-05T06:07:05","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=26684"},"modified":"2026-06-05T13:07:06","modified_gmt":"2026-06-05T06:07:06","slug":"herdman-tak-mau-oman-jadi-mimpi-buruk-lagi-garuda-diusung-pecahkan-rekor-38-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/06\/herdman-tak-mau-oman-jadi-mimpi-buruk-lagi-garuda-diusung-pecahkan-rekor-38-tahun\/","title":{"rendered":"Herdman Tak Mau Oman Jadi Mimpi Buruk Lagi, Garuda Diusung Pecahkan Rekor 38 Tahun"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA <\/strong>&#8211; Pelatih John Herdman mengirim pesan tegas jelang duel Timnas Indonesia melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5\/6\/2026). Pelatih asal Inggris itu menilai laga FIFA Matchday kali ini memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar pertandingan persahabatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di hadapan para pendukung sendiri, Herdman ingin melihat anak asuhnya melakukan sesuatu yang belum mampu dicapai generasi-generasi sebelumnya: mengalahkan Oman dan mengakhiri penantian panjang selama 38 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rekor pertemuan memang tidak berpihak kepada Indonesia. Namun Herdman menolak menjadikan masa lalu sebagai beban. Sebaliknya, ia ingin catatan tersebut menjadi motivasi bagi para pemain untuk menciptakan sejarah baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Herdman, kesempatan seperti ini tidak datang setiap saat. Untuk itu, ia meminta para pemain tampil berani dan menunjukkan Timnas Indonesia kini memiliki mentalitas yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Hal pertama adalah menerima tanggung jawab untuk menulis ulang sejarah. Saya pikir itu adalah sesuatu yang akan dihadapi kelompok pria ini dan mereka mengambil tanggung jawab untuk itu,&#8221; ujar Herdman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatih berusia 50 tahun tersebut menegaskan kemenangan atas Oman akan menjadi pernyataan penting bagi sepak bola Indonesia. Ia ingin Garuda mulai mendapat pengakuan sebagai salah satu tim yang mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan mapan di Asia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ini bukan sekadar pertandingan persahabatan, ini adalah kesempatan untuk menetapkan diri kami sebagai pesaing di AFC,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski membawa target tinggi, Herdman menyadari jalan menuju kemenangan tidak akan mudah. Indonesia hanya memiliki waktu persiapan beberapa hari setelah para pemain berkumpul dari berbagai klub dan kompetisi yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situasi itu berbanding terbalik dengan Oman yang datang ke Jakarta dengan bekal persiapan jauh lebih matang. Tim tamu telah menjalani pemusatan latihan selama tiga pekan dan memiliki waktu cukup untuk mematangkan strategi bersama pelatih anyar mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun Herdman memilih fokus pada perkembangan timnya sendiri. Dalam evaluasi yang dilakukan selama pemusatan latihan, ia menemukan beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki, terutama dalam penyelesaian akhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Herdman menilai Indonesia sering kali mampu menguasai permainan, tetapi gagal mengubah dominasi tersebut menjadi ancaman nyata di depan gawang lawan. Maka dari itu, peningkatan jumlah tembakan tepat sasaran dan penetrasi ke kotak penalti menjadi perhatian utama selama latihan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami tidak memiliki cukup tembakan tepat sasaran mengingat seberapa besar kontrol yang kami miliki, kami tidak memiliki cukup orang di dalam kotak penalti, tidak cukup penetrasi di sepertiga akhir lapangan. Tapi anak-anak telah merangkul hal itu minggu ini,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menumbuhkan keyakinan skuad Garuda, Herdman juga membagikan kisah sukses saat membangun Timnas Kanada. Ia menegaskan tim kuat tidak terbentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang penuh kerja keras.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saya menunjukkan kepada mereka beberapa klip Kanada melawan Qatar dan bagaimana tim itu bergerak. Butuh empat tahun untuk membawa mereka ke titik itu,&#8221; tutur Herdman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, ia percaya Indonesia memiliki kualitas untuk mempercepat proses tersebut. Herdman yakin laga melawan Oman bisa menjadi momen penting yang menandai lahirnya era baru Timnas Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ini akan membutuhkan waktu, tetapi dengan kualitas yang kami miliki di sini, saya percaya kepada mereka dan saya pikir mereka bisa mengambil langkah besar melawan tim yang tangguh,&#8221; ucap Herdman. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Pelatih John Herdman mengirim pesan tegas jelang duel Timnas Indonesia melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25407,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52,3583],"tags":[2493,6890],"class_list":["post-26684","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","category-sepakbola","tag-fifa-matchday","tag-timnas-indonesia-vs-oman"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26684","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26684"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26684\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26685,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26684\/revisions\/26685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26684"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26684"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26684"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}