{"id":26802,"date":"2026-06-27T17:52:59","date_gmt":"2026-06-27T10:52:59","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=26802"},"modified":"2026-06-27T17:53:00","modified_gmt":"2026-06-27T10:53:00","slug":"jokowi-raih-gelar-baginda-pemuka-bangsa-ini-maknanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/06\/jokowi-raih-gelar-baginda-pemuka-bangsa-ini-maknanya\/","title":{"rendered":"Jokowi Raih Gelar &#8220;Baginda Pemuka Bangsa&#8221;, Ini Maknanya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kanalnews.co, JAKARTA<\/strong>&#8211; Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menerima gelar adat &#8220;Baginda Pemuka Bangsa&#8221; dari Kedatun Keagungan Lampung dalam prosesi adat yang digelar di Bandar Lampung, Sabtu (27\/6). Gelar tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam dalam tradisi masyarakat Lampung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tokoh adat Lampung, Mawardi Rahma Harirama bergelar Sultan Seghayo Dipuncak Nur, menjelaskan gelar &#8220;Baginda Pemuka Bangsa&#8221; merupakan bentuk penghormatan tertinggi yang diberikan kepada seseorang yang dinilai memiliki pengabdian besar bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, prosesi pemberian gelar adat atau muakhi telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Lampung sejak ribuan tahun silam. Tradisi itu berakar pada falsafah piil pesenggiri, yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, penghormatan, dan silaturahmi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Muakhi sudah menjadi tradisi turun-temurun di Lampung. Nilai utamanya adalah mempererat persaudaraan melalui semangat nemui nyimah atau saling menghormati dan menyambut dengan baik,&#8221; ujar Mawardi usai prosesi penyematan gelar.<br>Ia menambahkan, di era modern prosesi adat tersebut tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga sarana memperkuat persatuan bangsa sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mawardi menegaskan, penyematan gelar &#8220;Baginda Pemuka Bangsa&#8221; kepada Jokowi merupakan bentuk apresiasi atas pengabdiannya selama memimpin Indonesia selama dua periode sebagai presiden.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Bagi kami, gelar ini adalah simbol penghormatan atas dedikasi dan pengabdian beliau sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain penyematan gelar, para tokoh adat juga memanjatkan doa khusus sebagai bentuk harapan agar Jokowi senantiasa mendapat keberkahan dalam pengabdiannya kepada bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menanggapi adanya beragam<br>penilaian publik terhadap Jokowi, Mawardi menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Namun, dari perspektif adat Lampung, Jokowi dinilai berhasil memimpin Indonesia selama 10 tahun sehingga layak menerima penghormatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Setiap orang tentu punya pandangan masing-masing. Tetapi secara budaya, kami menilai beliau telah memberikan pengabdian yang baik bagi Indonesia,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungan Kedatun Keagungan Lampung dengan Jokowi disebut telah terjalin sejak lama. Mawardi mengungkapkan, keduanya pernah bertemu di Istana Bogor dalam pembahasan mengenai repatriasi keraton se-Nusantara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penganugerahan gelar adat itu menjadi agenda utama hari kedua kunjungan Jokowi di Lampung. Setelah prosesi selesai, Jokowi melanjutkan sejumlah agenda, mulai dari menghadiri Rakorda PSI Kota Bandar Lampung, bertemu relawan, hingga dijadwalkan mengunjungi Museum Transmigrasi, Padepokan Gajah Lampung, dan sentra UMKM di Maliosewu selama rangkaian kunjungan 26-28 Juni 2026. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kanalnews.co, JAKARTA&#8211; Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menerima gelar adat &#8220;Baginda Pemuka Bangsa&#8221; dari Kedatun Keagungan Lampung dalam prosesi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20693,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6952,6953],"class_list":["post-26802","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-jokowi-raih-gelar-baginda-pemuka-bangsa","tag-jokowi-raih-gelar-di-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26802"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26802\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26803,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26802\/revisions\/26803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}