{"id":26835,"date":"2026-07-07T13:18:18","date_gmt":"2026-07-07T06:18:18","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=26835"},"modified":"2026-07-07T13:18:19","modified_gmt":"2026-07-07T06:18:19","slug":"pemerintah-mulai-bergerak-kemenag-siapkan-edukasi-pencegahan-lgbt-di-sekolah-hingga-pesantren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/07\/pemerintah-mulai-bergerak-kemenag-siapkan-edukasi-pencegahan-lgbt-di-sekolah-hingga-pesantren\/","title":{"rendered":"Pemerintah Mulai Bergerak, Kemenag Siapkan Edukasi Pencegahan LGBT di Sekolah hingga Pesantren"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA<\/strong> &#8211; Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan langkah konkret dalam merespons isu penyebaran budaya LGBTQ. Upaya tersebut akan dilakukan dengan memasukkan materi edukasi pencegahan ke dalam pendidikan agama dan keagamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii mengatakan materi tersebut akan menjadi bagian dari pembelajaran agar upaya pencegahan dilakukan secara sistematis, bukan sekadar penyampaian sikap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Bagaimana ini (pencegahan budaya LGBTQ) menjadi bagian dari kerja Kementerian Agama yang masuk ke dalam pelajaran anak-anak,&#8221; ujar Romo Muhammad Syafii di Jakarta, Senin (6\/7).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, materi edukasi akan diterapkan di berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag, mulai dari madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi keagamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain melalui pendidikan formal, pembinaan keagamaan juga akan diperkuat untuk memperluas jangkauan sosialisasi kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Romo menjelaskan kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 yang mencantumkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter terhadap pertahanan negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai tindak lanjut, Kemenag akan membentuk tim khusus untuk menyusun materi edukasi, mengatur pelaksanaan sosialisasi, hingga mengawal implementasi program di berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kemenag juga segera membentuk tim yang bertugas mulai dari penyusunan bahan edukasi, pembagian wilayah sosialisasi, hingga pelaksanaan program di lapangan,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya itu, Kemenag juga mendorong lahirnya gerakan anti-penyebaran budaya LGBTQ di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Menurut Romo, kampus keagamaan harus menjadi ruang penguatan nilai agama, kebangsaan, dan moralitas sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Perlu ada gerakan PTKN anti-penyebaran budaya LGBTQ,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Edukasi juga akan diperluas melalui jalur nonformal. Penyuluh agama akan memanfaatkan khutbah Jumat, pengajian di masjid dan musala, serta kegiatan majelis taklim sebagai media untuk menyampaikan materi kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Penyuluh agama, khutbah Jumat, pengajian di masjid dan mushalla, serta majelis taklim dapat digunakan sebagai saluran edukasi. Pendekatan ini dinilai lebih praktis dan dapat menjangkau masyarakat secara langsung,&#8221; pungkas Romo. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan langkah konkret dalam merespons isu penyebaran budaya LGBTQ. Upaya tersebut akan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":26836,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6964,6965],"class_list":["post-26835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-pencegahan-lgbt","tag-wakil-menteri-agama-romo-syafii"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26835"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26837,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26835\/revisions\/26837"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}