{"id":26958,"date":"2026-07-28T16:09:38","date_gmt":"2026-07-28T09:09:38","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=26958"},"modified":"2026-07-28T16:09:39","modified_gmt":"2026-07-28T09:09:39","slug":"diduga-ada-penjegalan-wahidah-suaib-dpr-didesak-buka-dalang-di-balik-polemik-paw-ombudsman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/07\/diduga-ada-penjegalan-wahidah-suaib-dpr-didesak-buka-dalang-di-balik-polemik-paw-ombudsman\/","title":{"rendered":"Diduga Ada Penjegalan Wahidah Suaib, DPR Didesak Buka Dalang di Balik Polemik PAW Ombudsman"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta<\/strong>.Jakarta, 28 Juli 2026 \u2013 Polemik penetapan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terus menjadi perhatian publik. Keputusan Komisi II DPR RI yang mengusulkan Radian Syam sebagai calon PAW meskipun berada pada nomor urut 11, sementara Wahidah Suaib yang berada pada nomor urut 10 tidak diusulkan, memunculkan pertanyaan serius mengenai akuntabilitas, konsistensi prosedur, kepastian hukum, serta komitmen terhadap prinsip meritokrasi dan kesetaraan gender.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi representasi, keputusan tersebut juga berdampak terhadap komposisi keanggotaan Ombudsman RI. Apabila Radian Syam ditetapkan sebagai PAW, komposisi anggota Ombudsman menjadi lima orang dari Sumatera, tiga orang dari Jawa, satu orang dari Nusa Tenggara Timur, dan tidak ada keterwakilan dari Sulawesi. Dari aspek gender, komposisi menjadi satu perempuan dan delapan laki-laki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, apabila Wahidah Suaib ditetapkan sesuai urutan hasil seleksi, komposisi menjadi empat anggota dari Sumatera, tiga dari Jawa, satu dari Sulawesi, dan satu dari Nusa Tenggara Timur, dengan keterwakilan perempuan meningkat menjadi dua orang dan laki-laki tujuh orang. Kondisi tersebut dinilai lebih mencerminkan keseimbangan representasi wilayah dan gender.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fahrul &nbsp;menilai bahwa persoalan ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai pergantian jabatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Yang dipertaruhkan adalah integritas tata kelola negara. Jika urutan hasil seleksi yang telah diumumkan dapat berubah tanpa penjelasan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, maka publik berhak mempertanyakan dasar hukum, dasar administratif, dan akuntabilitas keputusan tersebut. DPR harus menunjukkan bahwa setiap keputusan diambil berdasarkan prosedur yang objektif, bukan semata-mata pertimbangan politik,&#8221;<\/em> tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Fahrul, pengabaian terhadap calon yang memiliki peringkat lebih tinggi berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap sistem seleksi pejabat publik yang seharusnya menjunjung prinsip merit, transparansi, dan kepastian hukum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Kesetaraan gender tidak cukup menjadi komitmen normatif. Ketika perempuan yang telah lolos seluruh tahapan seleksi dan memperoleh peringkat lebih tinggi tidak diusulkan tanpa alasan yang terbuka, publik berhak mempertanyakan konsistensi negara dalam melindungi hak politik perempuan serta melaksanakan amanat konstitusi,&#8221;<\/em> ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sorotan publik juga diarahkan kepada pimpinan Komisi II DPR RI yang memimpin proses penetapan usulan PAW Ombudsman RI, yakni Rifqinizamy Karsayuda (Fraksi NasDem) selaku Ketua Komisi II, serta para Wakil Ketua Bahtra Banong (Fraksi Gerindra), Arse Sadikin (Fraksi Golkar), dan Dede Yusuf Macan Effendi (Fraksi Demokrat). Sebagai pimpinan alat kelengkapan dewan yang memimpin proses tersebut, mereka memiliki tanggung jawab kelembagaan untuk memberikan penjelasan kepada publik mengenai dasar pertimbangan yang digunakan apabila usulan PAW berbeda dengan urutan hasil seleksi yang telah diumumkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fahrul menegaskan bahwa transparansi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari akuntabilitas demokrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Dalam negara hukum, setiap keputusan lembaga publik harus dapat diuji dan dipertanggungjawabkan. Semakin besar kewenangan yang dimiliki pejabat publik, semakin besar pula kewajiban mereka untuk menjelaskan dasar setiap keputusan kepada masyarakat. Penjelasan tersebut penting agar kepercayaan publik terhadap DPR dan proses pengisian jabatan publik tetap terjaga<\/em>,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polemik PAW Ombudsman RI pada akhirnya bukan hanya menyangkut siapa yang mengisi satu kursi jabatan, melainkan menjadi ujian terhadap konsistensi DPR RI dalam menegakkan prinsip akuntabilitas, kepastian hukum, meritokrasi, keterwakilan daerah, dan kesetaraan gender dalam penyelenggaraan negara.<strong>(fb)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.Jakarta, 28 Juli 2026 \u2013 Polemik penetapan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terus menjadi perhatian publik.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":26959,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,51,50],"tags":[255,7020,7019,7021,7022],"class_list":["post-26958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-nusantara","category-politik","tag-dpr-ri","tag-ombudsmanri","tag-ori","tag-polemik-paw","tag-wahidah-suaib"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26958"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26958\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26960,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26958\/revisions\/26960"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}