{"id":27257,"date":"2026-09-08T16:20:47","date_gmt":"2026-09-08T09:20:47","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=27257"},"modified":"2026-09-08T16:20:48","modified_gmt":"2026-09-08T09:20:48","slug":"gunung-anak-krakatau-menggeliat-lagi-empat-kali-erupsi-dalam-sehari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/09\/gunung-anak-krakatau-menggeliat-lagi-empat-kali-erupsi-dalam-sehari\/","title":{"rendered":"Gunung Anak Krakatau Menggeliat Lagi, Empat Kali Erupsi dalam Sehari"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA<\/strong>&#8211; Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Dalam rentang beberapa jam, gunung api yang berada di Selat Sunda itu tercatat sudah mengalami empat kali erupsi pada Selasa (8\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Erupsi terbaru terjadi pada pukul 11.34<strong> <\/strong>WIB. Aktivitas tersebut berlangsung selama 17 detik dan terekam jelas melalui seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 50 mm.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi tersebut dalam laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 11:34 WIB,&#8221; tulis PVMBG.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski aktivitas erupsi kembali terjadi, tinggi<strong> <\/strong>kolom letusan tidak dapat diamati secara visual. Kondisi serupa juga terjadi pada beberapa erupsi sebelumnya yang berlangsung sejak pagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rentetan aktivitas tersebut membuat Gunung Anak Krakatau tercatat empat kali meletus dalam sehari. Erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak berselang lama, erupsi kedua kembali terjadi pada pukul 05.34<strong> <\/strong>WIB. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 44 mm dengan durasi 10 detik. Visual letusan juga tidak teramati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas berlanjut pada pukul <strong>07.49 WIB<\/strong>. Erupsi ketiga berlangsung selama 19 detik dengan amplitudo maksimum 48 mm. Lagi-lagi, visual letusan tidak teramati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan erupsi terbaru pada pukul 11.34 WIB, Gunung Anak Krakatau menunjukkan pola aktivitas yang patut diwaspadai sepanjang Selasa siang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat juga diminta tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA&#8211; Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Dalam rentang beberapa jam, gunung api yang berada di Selat Sunda&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":27258,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[7162,7160],"class_list":["post-27257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau","tag-erupsi-gunung-anak-krakatau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27257"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27259,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27257\/revisions\/27259"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}