{"id":27405,"date":"2026-09-25T17:25:36","date_gmt":"2026-09-25T10:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=27405"},"modified":"2026-09-25T17:25:37","modified_gmt":"2026-09-25T10:25:37","slug":"pdip-tertinggal-116-persen-gerindra-melaju-232-persen-said-abdullah-pilih-santai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/09\/pdip-tertinggal-116-persen-gerindra-melaju-232-persen-said-abdullah-pilih-santai\/","title":{"rendered":"PDIP Tertinggal 11,6 Persen, Gerindra Melaju 23,2 Persen: Said Abdullah Pilih Santai"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA-<\/strong> Jarak elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra dalam survei terbaru Poltracking Indonesia menjadi sorotan. Namun, PDIP merespons hasil tersebut dengan santai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai naik-turunnya elektabilitas partai merupakan bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi. Ia meminta kadernya tidak larut dalam angka survei.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ya biasalah yang kayak gitu. Enggak usah kaget kita,&#8221; kata Said di Kompleks Parlemen, Kamis (24\/9).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Said, hasil survei bukan alasan bagi PDIP untuk lengah. Ia menegaskan partainya akan tetap bergerak dan menjaga kerja politik di tengah masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Yang terpenting bagi PDIP Perjuangan terus jangan apa ya jangan lengah kita berjuang dan Insyaallah kita akan menang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Said bahkan menyoroti perubahan angka elektabilitas dalam sejumlah survei yang menurutnya bergerak cukup cepat. Ia mengaku terus mencermati perkembangan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mencontohkan, dalam survei sebelumnya selisih elektabilitas Gerindra dan PDIP disebut berada di kisaran dua hingga lima persen. Namun, dalam survei terbaru jaraknya melebar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dua minggu yang lalu surveinya selisihnya ada 2, 21 [persen] Gerindra, 17 [persen], hampir, 16,7 [persen] PDIP. Tiba-tiba tiga minggu kemudian PDIP Perjuangan tinggal 11 [persen], Gerindra naik,&#8221; kata Said.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia pun menggambarkan bagaimana angka survei dapat kembali berubah dalam waktu mendatang. Karena itu, Said memilih tidak menjadikan satu hasil survei sebagai patokan akhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, survei Poltracking Indonesia memang menunjukkan Gerindra berada di posisi teratas dengan elektabilitas 23,2 persen. PDIP berada di posisi kedua dengan 11,6 persen, disusul Golkar 10,4 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi. Margin of error tercatat sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menanggapi posisi Gerindra yang berada jauh di atas PDIP, Juru Bicara DPP Partai Gerindra Sugiat Santoso juga memilih tidak jemawa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sugiat mengatakan Gerindra menyadari elektabilitas partai dapat berubah mengikuti dinamika politik dan persepsi masyarakat. Karena itu, partainya memilih menjaga kepercayaan yang saat ini tercermin dalam hasil survei.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami menyadari bahwa tingkat elektabilitas dapat berubah seiring dengan dinamika dan persepsi masyarakat. Karena itu, yang paling penting bagi Gerindra adalah terus menjaga kepercayaan tersebut,&#8221; kata Sugiat. (paz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA- Jarak elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra dalam survei terbaru Poltracking Indonesia menjadi sorotan. Namun, PDIP merespons&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20599,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[7218,7219,7217],"class_list":["post-27405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hasil-survei-elektabilitas-partai","tag-hasil-survei-elektabilitas-partai-poltracking","tag-hasil-survei-poltracking"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27405"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27405\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27406,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27405\/revisions\/27406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20599"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}