{"id":27430,"date":"2026-09-29T18:54:12","date_gmt":"2026-09-29T11:54:12","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=27430"},"modified":"2026-09-29T18:54:12","modified_gmt":"2026-09-29T11:54:12","slug":"rahmad-darmawan-soroti-sikap-pemain-timnas-usai-laga-tak-perlu-datang-ke-tribun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/09\/rahmad-darmawan-soroti-sikap-pemain-timnas-usai-laga-tak-perlu-datang-ke-tribun\/","title":{"rendered":"Rahmad Darmawan Soroti Sikap Pemain Timnas Usai Laga: Tak Perlu Datang ke Tribun!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA<\/strong> &#8211; Momen setelah pertandingan Timnas Indonesia kontra Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi perhatian Rahmad Darmawan. Mantan pelatih Skuad Garuda itu menyarankan para pemain tidak harus selalu menghampiri tribun penonton setelah laga berakhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Rahmad Darmawan, pemain yang baru saja menguras tenaga selama 90 menit seharusnya memiliki ruang untuk menenangkan diri, terutama ketika pertandingan berakhir dengan tekanan dan kritik dari sebagian penonton.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kalau kalah, pemain masih harus ke tribun, sementara mereka sudah capek dan lelah berjuang, tetapi masih menerima kritik pedas dengan bahasa yang kasar dan memancing emosi,&#8221; ujar Rahmad Darmawan dalam keterangannya, Selasa (29\/9).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pria yang akrab disapa RD itu menawarkan cara lain agar pemain tetap bisa menunjukkan penghormatan kepada suporter tanpa harus berhadapan langsung dengan respons negatif dari tribun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyarankan para pemain cukup berkumpul di tengah lapangan setelah peluit panjang. Para pemain kemudian dapat membentuk lingkaran dan menghadap ke arah penonton untuk memberikan salam, melambaikan tangan, maupun bertepuk tangan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut RD, cara tersebut tetap menunjukkan apresiasi kepada suporter sekaligus menjaga kondisi emosional pemain setelah pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sorotan RD muncul setelah laga Indonesia melawan Malaysia yang berakhir tanpa gol. Pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 itu berlangsung dalam situasi sulit bagi Skuad Garuda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah salah satu pemain menerima kartu merah. Kondisi tersebut membuat permainan Indonesia berubah drastis dan lebih banyak bertahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski ditekan Malaysia, Maarten Paes dan kawan-kawan mampu menjaga gawang tetap bersih hingga laga berakhir. Indonesia pun harus puas membawa pulang satu poin dari pertandingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RD menilai perubahan strategi setelah kartu merah bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan. Dia menilai, kehilangan satu pemain membuat pelatih harus menyesuaikan pendekatan permainan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Overall permainan Timnas bagus, sejak awal mengambil inisiatif serangan hingga terjadi kartu merah. Dalam kondisi tertinggal jumlah pemain, strategi pelatih berkapasitas dunia pun pasti akan berubah,&#8221; kata RD.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menilai keputusan Indonesia bermain lebih dalam merupakan pilihan yang rasional. Terlebih, Malaysia memiliki pemain dengan kecepatan yang dapat memberikan ancaman ketika Indonesia bermain terlalu terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Apalagi dengan 10 pemain, tidak salah jika bermain dengan low block untuk meredam kecepatan pemain Malaysia,&#8221; ujarnya. (paz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Momen setelah pertandingan Timnas Indonesia kontra Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi perhatian&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":22361,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52,3583],"tags":[7027,7228,1082],"class_list":["post-27430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","category-sepakbola","tag-fifa-asean-cup-2026","tag-rahmad-darmawan","tag-timnas-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27430"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27431,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27430\/revisions\/27431"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}