{"id":27520,"date":"2026-10-07T14:43:35","date_gmt":"2026-10-07T07:43:35","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=27520"},"modified":"2026-10-07T14:43:36","modified_gmt":"2026-10-07T07:43:36","slug":"usai-putusan-mk-gibran-bicara-soal-ijazah-kalau-tak-lulus-sma-tak-mungkin-kuliah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/10\/usai-putusan-mk-gibran-bicara-soal-ijazah-kalau-tak-lulus-sma-tak-mungkin-kuliah\/","title":{"rendered":"Usai Putusan MK, Gibran Bicara soal Ijazah: Kalau Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Kuliah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA <\/strong>&#8212; Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait polemik syarat pendidikan yang dipersoalkan dalam pencalonannya pada Pilpres 2024.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gibran menegaskan dirinya menghormati seluruh proses hukum yang telah berjalan di MK. Setelah putusan tersebut, ia memilih mengalihkan perhatian pada tugas pemerintahan bersama Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kita hormati seluruh tahapan-tahapan dan proses-proses yang ada di MK. Yang paling penting sekarang, saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan menyukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami,&#8221; kata Gibran, Rabu (7\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan itu disampaikan sehari setelah MK mengungkap fakta penting dalam persidangan. Majelis hakim menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan pendidikan Gibran dengan jenjang minimal SMA atau sederajat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, temuan tersebut tidak serta-merta membuat posisi Gibran sebagai Wakil Presiden gugur. MK menyatakan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran dari jabatannya karena para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditanya mengenai persoalan dokumen pendidikan tersebut, Gibran memberikan jawaban singkat. Ia menegaskan bahwa dirinya melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi setelah pendidikan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ya kalau saya tidak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura,&#8221; ujar Gibran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, Gibran menyatakan persoalan dokumen yang berkaitan dengan pendidikan dan penyetaraan tersebut akan segera ditindaklanjuti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Itu nanti segera kami follow up,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pertimbangannya, MK menyoroti certificate of attendance yang digunakan sebagai salah satu dasar penerbitan Surat Keterangan Nomor 9149\/D.D1\/KS\/2019. Menurut hakim konstitusi Arsul Sani, dokumen tersebut hanya menerangkan kehadiran dalam proses pembelajaran dan tidak menunjukkan bahwa seseorang telah menamatkan jenjang pendidikan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MK juga menegaskan bahwa persoalan mengenai keabsahan dan terpenuhinya syarat pendidikan calon presiden maupun calon wakil presiden merupakan ranah lembaga yang memiliki kewenangan untuk menilainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan putusan tersebut, polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran belum menjadi dasar bagi MK untuk mendiskualifikasinya sebagai Wakil Presiden. Sementara itu, Gibran memilih menegaskan kembali agenda utamanya: melanjutkan pekerjaan pemerintahan dan menjalankan program bersama Presiden Prabowo. (paz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8212; Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait polemik syarat pendidikan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":21937,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[7268,7269,4353],"class_list":["post-27520","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-polemik-ijazah-gibran","tag-putusan-mk-soal-ijazah-gibran","tag-wapres-gibran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27521,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27520\/revisions\/27521"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}