{"id":27742,"date":"2026-11-03T11:20:06","date_gmt":"2026-11-03T04:20:06","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/?p=27742"},"modified":"2026-11-03T11:20:07","modified_gmt":"2026-11-03T04:20:07","slug":"wacana-dahnil-libatkan-nonmuslim-jadi-petugas-haji-bikin-geger-ini-peringatan-keras-mui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2026\/11\/wacana-dahnil-libatkan-nonmuslim-jadi-petugas-haji-bikin-geger-ini-peringatan-keras-mui\/","title":{"rendered":"Wacana Dahnil Libatkan Nonmuslim Jadi Petugas Haji Bikin Geger, Ini Peringatan Keras MUI"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Matawarta.com, JAKARTA<\/strong> &#8211; Rencana melibatkan warga nonmuslim dalam pelayanan jemaah haji Indonesia mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis mengingatkan pemerintah agar tidak mencampuradukkan pelayanan teknis dengan tugas yang berkaitan langsung dengan ritual keagamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Cholil, keterlibatan masyarakat nonmuslim dalam penyelenggaraan haji bukan sesuatu yang sepenuhnya dilarang. Namun, ada batasan yang harus diperhatikan, terutama menyangkut posisi petugas yang memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan ibadah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia menjelaskan, warga nonmuslim masih bisa dilibatkan untuk pekerjaan teknis maupun pelayanan di lapangan. Sebaliknya, tugas yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji harus tetap dilakukan oleh umat Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Petugas lapangan boleh, tapi bukan petugas ibadah, karena untuk pelaksanaan ibadah, petugas haji tidak boleh dari nonmuslim,&#8221; ujar Cholil Nafis mengutip situs resmi MUI, Senin (2\/11).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya itu, Cholil juga meminta agar pemerintah mengutamakan sumber daya manusia dari kalangan muslim dalam proses perekrutan petugas haji. Terlebih, jika jumlah tenaga yang tersedia dinilai masih mencukupi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia mengingatkan bahwa penyelenggaraan haji bukan sekadar aktivitas pelayanan masyarakat, melainkan bagian dari ritual keagamaan yang mempunyai aturan khusus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Toleransi dan ukhuwah itu ada tempat dan batasnya,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak melempar gagasan yang membuka peluang keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang agama dalam penyelenggaraan haji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dahnil ingin pelayanan terhadap jemaah Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab umat Islam. Menurutnya, masyarakat dari agama lain juga dapat berkontribusi dalam semangat kemanusiaan dan gotong royong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, dia secara terbuka menyebut umat Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan kelompok agama lainnya berpeluang menjadi bagian dari petugas haji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya,&#8221; kata Dahnil di Manado, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (31\/10). (mua)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matawarta.com, JAKARTA &#8211; Rencana melibatkan warga nonmuslim dalam pelayanan jemaah haji Indonesia mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":27631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[7337,7336],"class_list":["post-27742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-cholil-nafis-waketum-mui","tag-wacana-petugas-haji-nonmuslim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27742"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27742\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27743,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27742\/revisions\/27743"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}