{"id":3092,"date":"2022-02-09T10:06:52","date_gmt":"2022-02-09T03:06:52","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=3092"},"modified":"2022-02-09T10:06:53","modified_gmt":"2022-02-09T03:06:53","slug":"pemerintah-berhasil-serap-rp-11-triliun-dari-lelang-sukuk-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2022\/02\/pemerintah-berhasil-serap-rp-11-triliun-dari-lelang-sukuk-negara\/","title":{"rendered":"Pemerintah Berhasil Serap Rp 11 Triliun dari Lelang Sukuk Negara"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Pemerintah berhasil menyerap dana Rp 11 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara. Momen itu tercatat pada Selasa (8\/2) melalui sistem lelang Bank Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari Antara, mengungkapkan total penawaran yang masuk dalam lelang tersebut. Totalnya mencapai Rp 29,38 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk penyerapan tertinggi datang dari seri PBS032, yang nilainya mencapai Rp 3,75 triliun. Sebelumnya jumlah penawaran yang masuk adalah Rp 4,56 triliun. Dari situ ditetapkan imbal hasil atau yield rata-rata tetimbangnya sebesar Rp 4,91 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan jumlah penawaran masuk terbanyak tercatat pada seri SPNS09082022. Besarnya adalah Rp 14,48 triliun. Dengan imbal hasil rata-rata tetimbang 2,48 persen dan nominal yang dimenangkan, yaitu Rp 2,15 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam seri PBS031 jumlah dana yang diserah Rp 2,65 triliun, dari penawaran masuk Rp 3,55 triliun dan yield rata-rata tetimbang ditetapkan 4,01 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikutnya jumlah penawaran yang masuk untuk seri dengan tenor terpanjang adalah PBS033. Tercatat mencapai Rp 1,51 triliun dan yield rata-rata tetimbang dimenangkan 6,75 persen, sehingga pemerintah menyerap Rp 1,05 triliun.*(WAH)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintah berhasil menyerap dana Rp 11 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3093,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[323,324],"class_list":["post-3092","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-pemerintah","tag-sukuk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3092"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3092\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3093"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}