{"id":3174,"date":"2022-02-13T23:27:57","date_gmt":"2022-02-13T16:27:57","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=3174"},"modified":"2022-02-13T23:27:59","modified_gmt":"2022-02-13T16:27:59","slug":"fadli-zon-dukung-pulau-penyengat-jadi-monumen-lahirnya-bahasa-melayu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2022\/02\/fadli-zon-dukung-pulau-penyengat-jadi-monumen-lahirnya-bahasa-melayu\/","title":{"rendered":"Fadli Zon Dukung Pulau Penyengat Jadi Monumen Lahirnya Bahasa Melayu"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>TANJUNG PINANG<\/strong> &#8211; Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon, mendukung Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, menjadi tempat bersejarah monumen lahirnya Bahasa Melayu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti diketahui Bahasa Melayu merupakan cikal-bakal lahirnya bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Sebab, di pulau tersebut terdapat makam Raja Haji Ali, yang merupakan Pahlawan Nasional sekaligus perumus konseptualisasi Bahasa Melayu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBuku-buku yang ditulis Beliau di abad 19, menunjukkan secara historis sulit dibantah. Kemudian ada Van Ophuijsen juga memuat tulisan tentang Bahasa Melayu, juga berdasarkan Raja Haji Ali. Salah satu karya sastra yang terkenal juga ada Gurindam 12,\u201d ujar Fadli Zon saat berziarah ke makam Raja Haji Ali, di Tanjung Pinang, Kepri, Sabtu (12\/2).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain terdapat makam Raja Haji Ali, di pulau yang luasnya kurang lebih 2 kilometer persegi ini, juga terdapat beberapa makam sastrawan, pujangga, budayawan Melayu lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pulau Penyengat sebagai pusat Kerajaan Lingga pada 1900. Maka pulau tersebut lengkap sebagai pusat pemerintahan, adat-istiadat, agama Islam, dan kebudayaan Melayu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya kira penting bagi generasi penerus untuk memahami bahwa Bahasa Indonesia yang jadi Bahasa Persatuan dalam Sumpah Pemuda itu, berinduk dari Bahasa Melayu dan juga mengacu apa yang dikembangkan oleh Raja Haji Ali di pulau ini,\u201d tambah Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, jika Pulau Penyengat memiliki monumen bersejarah, masyarakat luas akan memahami simbol persatuan yang berasal dari Bahasa Melayu yang kemudian menjadi Bahasa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSehingga di Pulau Penyengat ini tempat lahirnya Bahasa Melayu oleh Raja Ali Haji,\u201d ujar Anggota Komisi I DPR RI tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diketahui, kunjungan kerja Fadli Zon ke Kepri ini, adalah dalam rangka untuk persiapan pembentukan Asosiasi Anggota Parlemen Berbahasa Melayu (AAPBM) atau Association of Parliamentarians Malay Speaking.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan harapan jika inisiatif BKSAP DPR RI untuk menjadikan Bahasa Melayu dapat diterima oleh negara-negara di dunia yang bertutur Melayu lalu terbentuk asosiasinya. Sehingga Bahasa Melayu tersebut dapat digunakan di forum-forum internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMisalnya bisa menjadi observer dalam IPU nanti, bisa digunakan dalam bahasa kerja di AIPA. Sekarang ini dalam pertemuan parlemen negara-negara ASEAN masih gunakan Bahasa Inggris, kenapa tidak dalam IPU atau AIPA misalnya kita gunakan Bahasa Melayu?\u201d ujar Fadli Zon.*(WAH)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANJUNG PINANG &#8211; Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon, mendukung Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, menjadi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3175,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[375,373,374],"class_list":["post-3174","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-bahasa-melayu","tag-fadli-zon","tag-pulau-penyengat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3174\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}