{"id":3337,"date":"2022-02-22T14:14:46","date_gmt":"2022-02-22T07:14:46","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=3337"},"modified":"2022-02-22T14:14:47","modified_gmt":"2022-02-22T07:14:47","slug":"38-bahasa-daerah-dari-12-provinsi-direvitalisasi-berikut-daftarnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2022\/02\/38-bahasa-daerah-dari-12-provinsi-direvitalisasi-berikut-daftarnya\/","title":{"rendered":"38 Bahasa Daerah dari 12 Provinsi Direvitalisasi, Berikut Daftarnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Sebanyak 38 bahasa daerah dari 12 provinsi akan menjadi objek revitalisasi. Ini adalah adalah proyek revitalisasi bahasa daerah pada 2022 yang diselenggarakan Kemendikbudristek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKemendikbudristek merancang tiga model revitalisasi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan,\u201d ujar Mendikbudristek Nadiem Makarim, dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode 17 di Jakarta, Selasa (22\/2).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahasa daerah yang direvitalisasi itu adalah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk model A memiliki karakteristik daya hidup bahasanya masih aman. Terus jumlah penuturnya masih banyak. Kemudian masih digunakan sebagai bahasa yang dominan di dalam masyarakat. Contohnya Bahasa Jawa, Sunda, dan Bali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikutnya model B karakteristik daya hidup bahasanya tergolong rentan. Jumlah penuturnya relatif banyak dan bahasa daerahnya bersaing dengan bahasa-bahasa daerah lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya model C karakteristik daya hidup bahasanya kategori mengalami kemunduran, terancam punah, atau kritis. Serta jumlah penutur sedikit dan dengan sebaran terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puncak Revitalisasi Bahasa Daerah akan berujung pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Festival itu merupakan media apresiasi kepada para peserta revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan secara berjenjang, mulai sekolah, atau komunitas belajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dalam FTBI ini akan mengusung tujuh materi yaitu membaca dan menulis aksara daerah, menulis ceita pendek, membaca dan menulis puisi (sajak, gurit), mendongeng, pidato, tembang tradisi, dan komedi tunggal,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan akhir dari revitalisasi bahasa daerah itu adalah para penutur muda akan menjadi penutur aktif bahasa daerah dan mempelajari bahasa daerah dengan penuh suka cita melalui media yang mereka sukai. Kemudian, menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah.*(WAH)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Sebanyak 38 bahasa daerah dari 12 provinsi akan menjadi objek revitalisasi. Ini adalah adalah proyek revitalisasi bahasa daerah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[469,468,379],"class_list":["post-3337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-bahasa-daerah","tag-nadiem-makarim","tag-provinsi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3337"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3337\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}