{"id":4025,"date":"2022-04-03T20:49:52","date_gmt":"2022-04-03T13:49:52","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=4025"},"modified":"2022-04-03T20:49:53","modified_gmt":"2022-04-03T13:49:53","slug":"alasan-polri-sulit-tangkap-penista-agama-yang-kabur-ke-luar-negeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2022\/04\/alasan-polri-sulit-tangkap-penista-agama-yang-kabur-ke-luar-negeri\/","title":{"rendered":"Alasan Polri Sulit Tangkap Penista Agama yang Kabur ke Luar Negeri"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Akhirnya terungkap kenapa Polri belum menangkap Syaifudin Ibrahim tersangka penista agama Islam. Alasan utama karena yang bersangkutan sudah kabur ke luar negeri, dalam hal ini Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n<p>Fakta itu membuat polisi hanya bisa mengandalkan Interpol. Polri sudah mengeluarkan red notice kepada kepolisian Amrik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang tinggal bagaimana kepolisian di Negeri Paman Sam, bergerak aktif atau tidak untuk menangkap Syaifudin Ibrahim.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, masalahnya di Amrik kasus penistaan agama seperti yang dilakukan Syaifudin Ibrahim tidak masuk dalam pelanggaran hukum. Dalam hal ini kasus pidana.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sebagian besar kasus penistaan agama, bukan dianggap sebagai kasus pidana oleh negara-negara lain. Jadi jarang pihak interpol mau mengelkuarkan red notice untuk kasus jenis ini,&#8221; begitu seperti berita yang dimuat di website resmi Polri, Minggu (3\/4).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain Syaifudin Ibrahim, Polri juga masih menunggu bagaimana cara memburu Paul Zhang. Orang Indonesia itu melakukan penistaan agama Islam dengan berada di Jerman.*(WAH)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Akhirnya terungkap kenapa Polri belum menangkap Syaifudin Ibrahim tersangka penista agama Islam. Alasan utama karena yang bersangkutan sudah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[791,311],"class_list":["post-4025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-penista-agama","tag-polri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4025"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4025\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}