{"id":8380,"date":"2023-02-10T23:32:14","date_gmt":"2023-02-10T16:32:14","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=8380"},"modified":"2023-02-10T23:32:15","modified_gmt":"2023-02-10T16:32:15","slug":"biadab-guru-agama-cabuli-7-murid-sd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2023\/02\/biadab-guru-agama-cabuli-7-murid-sd\/","title":{"rendered":"Biadab, Guru Agama Cabuli 7 Murid SD"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>MataWarta.com; JAKARTA &#8211;<\/strong> Seorang guru agama berinisial MA diduga melakukan pelecehan seksual kepada 7 siswi SD di Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). Modus yang dilakukan pelaku dengan membuat pekerjaan rumah atau PR kepada murid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Untuk modusnya tersangka saudara MA, itu membuat PR kepada anak didiknya,&#8221; kata Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Ahmad Fanani, kepada wartawan, Jumat (10\/2\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Setelah sampai di kelas, dipanggil satu per satu. Setelah itu anak didik tersebut, perempuan tersebut dipangku,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polisi terus mendalami kasus guru agama honorer berinisial MA diduga mencabuli 7 siswi SD di Duren Sawit. MA terancam hukuman 15 tahun penjara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Perkara dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak Pasal 76 E juncto Pasal 82 UU RI no 17 tahun 2016,&#8221; kata Wakapolres Metro Jaktim, AKBP Ahmad Fanani, kepada wartawan, Jumat (10\/2).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut bunyi Pasal 76 E UU Perlindungan Anak:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sanksi untuk pelaku yang terbukti melanggar Pasal 76E UU Perlindungan Anak diatur dalam Pasal 82. Sanksi pokok dalam Pasal 82 berada di ayat (1) yang bunyinya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MA juga terancam diberikan pidana tambahan 1\/3 (sepertiga) dari sanksi pidana yang dijatuhkan. Sebab dalam Pasal 82, ada sejumlah faktor yang membuat pelaku diberikan pidana tambahan yaitu: orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, tambahan 1\/3 hukuman pidana juga dapat diberikan jika perbuatan pelaku menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan\/atau korban meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MA telah ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan pada Kamis (9\/2) malam. MA masih terus diperiksa secara intensif oleh penyidik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MataWarta.com; JAKARTA &#8211; Seorang guru agama berinisial MA diduga melakukan pelecehan seksual kepada 7 siswi SD di Duren Sawit, Jakarta&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":8289,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[1930],"class_list":["post-8380","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-pencabulan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8380"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8380\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}