{"id":9681,"date":"2023-04-20T00:31:00","date_gmt":"2023-04-19T17:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/matawarta.com\/?p=9681"},"modified":"2023-04-20T23:36:52","modified_gmt":"2023-04-20T16:36:52","slug":"perbedaan-idul-fitri-ketua-fatwa-mui-kiai-niam-ajak-masyarakat-saling-menghormati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/2023\/04\/perbedaan-idul-fitri-ketua-fatwa-mui-kiai-niam-ajak-masyarakat-saling-menghormati\/","title":{"rendered":"Perbedaan Idul Fitri, Ketua Fatwa MUI Kiai Niam Ajak Masyarakat Saling Menghormati"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>MataWarta.com; JAKARTA &#8211; <\/strong>Beragama perlu dengan ilmu. Jika tidak, maka kita mengikuti orang yang berilmu. Demikian pesan Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam menyikapi isu perbedaan hari raya Idul Fitri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Secara keilmuan, memang dimungkinkan terjadinya perbedaan. Terjadinya perbedaan pendapat pada masalah yang berada dalam majal al-ikhtilaf (wilayah dimungkinkannya terjadi perbedaan) harus mengedepankan toleransi,&#8221; terang Niam dalam keterangannya, Kamis (20\/4).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut tulisan lengkap KH Asrorun Niam soal perbedaan Idul Fitri:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><em>Sehubungan dengan kemungkinan terjadinya perbedaan dalam menentukan waktu Awal Syawal 1444 H, dan adanya kesimpangsiuran informasi\/pandangan keagamaan terkait hukum puasa di hari Jumatnya, maka disampaikan catatan sebagai berikut:<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><em>a. Penentuan awal ramadhan, syawal, dan zulhijah merupakan wilayah ijtihadiyah yang membuka kemungkinan terjadinya perbedaan di kalangan fuqaha. Secara keilmuan, memang dimungkinkan terjadinya perbedaan. Terjadinya perbedaan pendapat pada masalah yang berada dalam majal al-ikhtilaf (wilayah dimungkinkannya terjadi perbedaan) harus mengedepankan toleransi.<br>b. Penentuan awal Syawal 1444 H Sebaiknya menunggu hasil penetapan yang dilakukan oleh Pemerintah, yang diawali dengan sidang isbat yang diikuti oleh perwakilan ormas Islam, ahli2 di bidang astronomi dan falak, serta pertimbangan MUI.<\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>b. Mengingat untuk tahun 1444 H ini hilal berada dalam ketinggian yang berada dalam majal al-ikhtilaf (wilayah perbedaan pendapat) maka dipastikan akan terjadi perbedaan waktu penetapan hari raya idul fitri. Karena itu perlu ada semangat saling menghormati atas terjadinya perbedaan tersebut. Perbedaan yang didasarkan pada petimbangan ilmu akan melahirkan kesepahaman ( tafahum); bukan pertentangan ( tanazu&#8217;) dan permusuhan ( &#8216;adawah). Karenanya, beragama perlu dengan ilmu sehingga muncul spirit harmoni dan kebersamaan.<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\">\n<li><em>Terhadap perbedaan tersebut, bagi yang menggunakan ijtihad dengan patokan wujudul hilal, dan bagi yang meyakini serta mengikuti pandangan bahwa idul fitri jatuh pada hari Jumat, maka hari Jumat ia melaksanakan salat Idul Fitri dan tidak boleh berpuasa.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sementara bagi yang menggunakan ijtihad dengan patokan rukyat atau hisab imkanur rukyat dengan kriteria ketinggian hilal 3 derajat, dan bagi yang meyakini serta mengikuti pandangan bahwa idul fitri jatuh hari Sabtu, maka pelaksanaan salat Idul Fitri dilaksanakan pada Sabtu dan tidak boleh berpuasa di hari Sabtu tersebut. Sedang di hari Jumatnya masih wajib berpuasa. Beragama perlu dengan ilmu. Jika tidak, maka kita mengikuti orang yang berilmu.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MataWarta.com; JAKARTA &#8211; Beragama perlu dengan ilmu. Jika tidak, maka kita mengikuti orang yang berilmu. Demikian pesan Ketua MUI Bidang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":9682,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2004,109,811,581],"class_list":["post-9681","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-asrorun-niam","tag-asrorun-niam-sholeh","tag-idul-fitri","tag-mui"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9681"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9681\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matawarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}