Hasil Survei: Partai Demokrat Bakal Masuk 3 Besar di Pemilu 2024, Golkar Menurun

Matawarta.com, JAKARTA- Menurunnya Eksistensi partai Demokrat di dua Pemilihan Umum (Pemilu) terakhir diprediksi bakal berubah di kontestasi Pemilu 2024. Bahkan, tim berlambang bintang mercy ini disebut jadi kandidat kuat partai yang menduduki peringkat tiga besar dalam Pemilu mendatang.

Prediksi ini disampaikan oleh New Indonesia Research & Consulting. Mereka melakukan survei pada medio 21-30 Juli 2021, dengan menelpon kepada 1.200 orang secara acak, dari responden survei sebelumnya yang dilakukan pada 2019 lalu, Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen dengan Margin of Error +2,89 persen.

Hasil surveinya, Partai Demokrat menanjak naik keterpilihannya ke posisi ketiga dengan hasil survei 10,1 persen.

Di posisi kedua ada Partai Gerindra dengan elektabilitas 10,4 persen dan PDI Perjuangan tetap kukuh di posisi pertama dengan nilai elektabilitas dalam survei ini sebesar 19,8 persen.

“Partai utama PDIP dan Pantai Gerindra terus dibayangin oleh partai Demokrat di posisi ketiga yang trennya terus menanjak dan berpeluang untuk menang dalam Pemilu 2024 yang akan datang”. Ungkap Direktuk Eksekutif New Indonesia Reaserch & Consulting Andreas Nuryono, dalam keterangan resminya, Minggu (8/8).

Apa yang dicatatkan oleh Partai Demokrat ini tentu cukup bagus, karena ada peningkatan dibandingkan hasil survei di 2020 sampai awal tahun ini yang masih di kisaran 3 persen. Golkar sendiri diprediksi mengalami penurunan dari survei ini, karena hanya mendapatkan 7,3 persen suara.

Menurut Andreas, langkah positif Partai Demokrat ini dihasilkan karena berada di luar pemerintahan dan mencitrakan dirinya sebagai partai oposisi utama. Tetapi, kondisi itu tak berimbas ke PKS. Partai yang berbasis agama dan menegaskan sebagai oposisi pemerintah itu hanya mendapatkan elektabilitas sebesar 4,8 persen saja.

“Citra Demokrat semakin baik karena upaya kubu Moeldoko yang sempat ingin membelah internal partai, ternyata berhasil diselesaikan. Sedangkan PKS terpengaruh oleh pecahannya (Partai Gelora), yang terus membayangi (elektabilitasnya)” papar Andreas.

Menariknya, dari hasil survei New Indonesia, partai baru Gelora menunjukan eksistensinya dengan raihan 1,1 persen. Partai baru lainnya (Ummat) yang diketuai oleh Amien Rais mendapatkan (1,7 persen) dan membuat PAN yang merupakan rumah lama Amien Rais tergerus suaranya berada di kisaran 1,2 persen.

Di posisi papan tengah, ada PKB dengan 5,7 persen, PSI (5,3 persen), Nasdem (3,5 persen), dan PPP (2,0 persen). Di papan bawah, ada partai Perindo (0,7 persen), Hanura (0,5 persen), Berkarya (0,4 persen) dan partai lainnya (0,3 persen). Sementara itu, ada 25,2 persen responden yang tak menjawab atau memilih tidak tahu. (mtc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *