KOLOMBO – Srilanka bangkrut. Pemerintah negara itu mengumumkan kebangkrutan ini pada akhir April kemarin.
Pemerintah memastikan tidak mampu membayar utang yang jumlahnya ratusan triliun ke berbagai pihak. Krisis ekonomi dan politik pun tidak terelakkan.
Di tengah krisis seperti itu Indonesia coba memberi sedikit bantuan. Mayoritas bantuan berupa barang-barang yang dibutuhkan untuk kehidupan warga.
Paket bantuan pertama dikirim pada 28 April 2022. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Srilanka Dewi Gustina Tobing menyerahkan kepada Pemerintah Srilanka melalui Prof. Channa Jayasumana selaku Menteri Kesehatan.
Dubes Dewi Tobing menjelaskan bantuan total 3,1 ton yang bernilai sekitar USD 1,6 juta itu dikirim dalam dua tahap.
Tahap pertama pengiriman bantuan 1,2 ton pada Kamis (28/4) ini. Tahap kedua pengiriman bantuan pada Minggu (8/5/2022), adalah sisanya.
“Pengiriman pertama terdiri dari obat-obatan onkologi dan alat kesehatan yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Sri Lanka,” kata Dubes Dewi.
“Sedangkan pengiriman kedua terdiri dari suplemen untuk penderita kanker, benang bedah, serta alkes lainnya,” tambah Dubes Dewi.*(WAH)
