Waspada Demam Berdarah di Peralihan Musim Kemarau ke Penghujan

Nyamuk demam berdarah

JAKARTA – matawarta.com : Memasuki masa peralihan musim kemarau ke penghujan, kasus demam berdarah atau Dengue/DBD di Indonesia terpantau meningkat. Hal itu berdasarkan catatan dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes.

Hingga minggu ke-36 jumlah kumulatif kasus konfirmasi DBD sejak Januari 2022 dilaporkan mencapai 87.501. Terus 816 dari kasus itu mengalami kematian.

“Secara umum terjadi peningkatan kasus Dengue. Kasus paling banyak terjadi pada golongan umur 14-44 tahun dan 5-14 tahun,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu.

Kemenkes memiliki data bahwa penambahan kasus berasal dari 64 kabupaten/kota di empat provinsi. Keempat provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

Kabupaten/Kota yang mencatat kasus DBD tertinggi adalah Kota Bandung dengan 4.196 kasus, Kabupaten Bandung 2.777 kasus, Kota Bekasi dengan 2.059 kasus, Kabupaten Sumedang 1.647 kasus, dan Kota Tasikmalaya 1.542 kasus.

Dirjen Maxi mengungkapkan pihaknya terus melakukan upaya pengendalian dan pencegahan yang massif dan simultan. Tentu dengan melibatkan seluruh pihak, baik tingkat pusat maupun daerah.

Contohnya melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di tempat-tempat umum dan tempat-tempat institusi. “Gerakan ini sebaiknya dilakukan sebelum masa penularan atau peningkatan kasus terjadi,” ujar Dirjen Maxi.*(WAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *