Ahli Kepolisian Sebut Perilaku Aparat dalam Tragedi Kanjuruhan Tidak Dapat Diterima

Jacqui Baker

PERTH – matawarta.com: Tragedi Kanjuruhan turut menyita perhatian internasional. Satu di antara Jacqui Baker, seorang ahli kepolisian dari Murdoch University Perth.

Ia menyoroti kekerasan yang ditunjukkan polisi dan militer. Ada sekitar 2.000 petugas keamanan dalam pertandingan itu.

Jumlah sebanyak itu termasuk unit polisi dan tentara. Mereka dibekali dengan senjata tumpul maupun tajam, pistol dan sejenisnya ikut tersedia.

“Kami melihat pasukan polisi yang berbeda ini berlarian di sekitar lapangan. Secara brutal menendang orang, memukul orang. Ini benar-benar perilaku yang tidak dapat diterima,” kata Dr Baker seperti dikutip dari BBC.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kompensasi Rp50 juta untuk setiap keluarga korban. Presiden Joko Widodo telah memerintahkan penyelidikan.*(WAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *