MataWarta.com; JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Zaporizhzhia, Vladimir Rogov, mengungkap serangan dahsyat unit militer Rusia.
Sebuah bangunan yang dijadikan markas tentara bayaran Ukraina hancur dihujani rudal, Senin 3 April 2023.
Menurut Rogov, komando militer Rusia mengetahui jika sejumlah tentara bayaran asing ditempatkan di sebuah basis sementara. Setelah menerima informasi intelijen, seketika serangan pun dilancarkan.
Pasukan artileri Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) menembakkan rudal 30F39 Krasnopol, dengan pemandu laser semi otomatis.
“Pasukan artileri kami menggunakan peluru berpemandu Krasnopol, menyerang pangkalan tentara bayaran asing ke arah Zaporozhye,” ucap Rogov.
“Kerugian musuh saat ini sedang diperkirakan, tetapi yang pasti kita berbicara tentang puluhan militan asing,” katanya dilansir dari Kantor Berita Rusia, TASS.
Sejumlah tentara bayaran dikerahkan untuk menyokong pergerakan unit militer Ukraina, dalam misi merebut kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Energodar di Zaporizhzhia.
Rogov sebelumnya sempat memberikan pernyataan pada 27 Maret 2023, bahwa komando militer Ukraina telah menarik sekitar 75.000 personel dari Zaporizhzhia.
Langkah ini diambil setelah upaya serangan balassm pada 23 Maret 2023 berhasil digagalkan pasukan militer Rusia. Dalam kontak tembak yang pecah ini, 400 tentara Ukraina meregang nyawa.
Lebih lanjut Rogov mengatakan, ada warga negara Jerman di antara tentara bayaran yang tewas di Zaporozhye. Selain itu, terdengar bahasa Polandia dalam penyadapan radio di Wilayah Zaporozhye.
