Matawarta.com, JAKARTA– Wacana sekolah diliburkan sebulan selama bulan ramadan mengundang pro dan kontra. Pemerintah mengaku belum memutuskan, tapi memiliki tiga opsi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan ada tiga opsi terkait wacana libur sekolah di bulan Ramadan. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan.
“Ya, kan kalau kita ikuti di masyarakat, opsinya kan ada tiga yang saya ikuti di masyarakat, ya ini belum keputusan ya,” kata Mu’ti di Kantor Kemenko PMK, Jakarta,
Adapun opsi pertama adalah, libur selama sebulan ramadan. Tetapi siswa tetap mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di masyarakat.
Kedua, ada wacana libur sekolah di awal dan jelang berakhirnya bulan Ramadan. Contohnya, tiga hari di awal Ramadan lalu libur lagi jelang Idul Fitri hingga peringatan hari raya. Opsi ini sudah berlaku di sekolah sejak lama.
“Nanti biasanya menjelang Idul Fitri juga libur, bisa dua hari atau tiga hari menjelang Idul Fitri libur sampai nanti selesainya rangkaian mudik. Yang berlaku sekarang kan begitu,” katanya.
Sementara itu, opsi ketiga yaitu masuk penuh selama Ramadan seperti yang berlangsung saat ini.
Wacana libur sekolah selama sebulan ini muncul dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada Desember 2024. Awalnya, rencana itu berlaku untuk pesantren.
Kini, wacana itu mendapatkan berbagai reaksi dari masyarakat. Tak sedikit yang merasa keberatan.
