Matawarta.com, JAKARTA– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil istri Wali Kota Bekasi Wiwiek Hargono, yang menginap di hotel saat kotanya terendam banjir. Ia mengingatkan agar pejabat harus memiliki empati terhadap kondisi masyarakat.
“Sebagai gubernur bisa melakukan pembinaan berupa teguran. Melalui media ini saya sampaikan teguran pada istri Wali Kota Bekasi untuk merubah sikapnya karena dipilih oleh masyarakat untuk melayani,” kata Dedi.
“Termasuk istrinya harus melayani masyarakat, apalagi istrinya yang juga Ketua Tim Penggerak PKK yang harus jadi garda terdepan menyelesaikan problem masyarakat dari kekurangan gizi sampai kebanjiran,” ujar Dedi.
Untuk itu, Mantan Bupati Purwakarta mengingatkan agar seluruh pejabat menjaga sikap dan mengedepankan rasa empati terhadap masyarakat. Apalagi di tengah kondisi musibah, pejabat sudah seharusnya melayani rakyatnya.
“Pada seluruh pejabat di manapun berada, mari kita sama-sama merasakan apa yang diderita masyarakat. Saat masyarakat mendapatkan musibah, pejabat dan istri pejabat ada di tengah masyarakat,” tambahnya.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengakui jika istri dan anaknya menginap di hotel ketika banjir. Namun bukan maksud bermewah-mewah, tetapi hanya ingin memastikan keluarganya mendapatkan tempat yang aman.
“Tentu ada hal-hal yang lebih baik lagi. Supaya ini aja, kan, prosesinya lebih pasti, kan, lebih aman. Enggak ada pengen kesan mewah-mewahan,” kata Tri.
Dalam video yang beredar, tampak istri Wali Kota Bekasi, Wiwiek, turun dari sebuah mobil berwarna hitam di lobi hotel.
Si perekam menjelaskan rumah Wiwiek kebanjiran sehingga harus mengungsi. Perekam video menyampaikan lokasi hotel tempat Wiwiek menginap.
“Nganter Ibu Wiwiek yang mau stay di hotel karena rumahnya kebanjiran. Rumah Ibu Wali Kota kita kebanjiran guys, jadi nginepnya di Horison,” suara perekam video tersebut.
