Matawarta.com, JAKARTA– Konflik yang terjadi antara Iran dan Israel mengancam keberangkatan jemaah umrah asal Indonesia. Mereka terancam batal berangkat.
Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Muhammad Firman Taufik mengatakan serangan rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah Qatar mengakibatkan banyak maskapai dari dan ke Timteng membatalkan penerbangan mereka.
Alhasil, pembatalan atau penjadwalan ulang juga dapat terjadi sewaktu-waktu bagi calon jamaah umrah RI yg akan berangkat ke Arab Saudi.
“Dampak terburuknya adalah ditutupnya wilayah udara Saudi baik secara temporer maupun jangka panjang,” kata Firman lewat keterangan tertulis.
Kondisi tersebut disebutnya masuk dalam klausul force majeure. Untuk itu, Firman menyebut pentingnya sosialisasi kepada para jemaah terkait resiko-resiko yang mungkin terjadi.
“Gambarannya kurang lebih sama dengan yang pernah terjadi pada 2020 ketika secara mendadak Saudi menutup diri karena pandemi Covid-19,” kata Firman.
Terkait jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, lanjut Firman juga harus berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan. Selain itu, komunikasi dengan KBRI dan KJRI juga sangat penting.
“Persiapkan langkah antisipasi, aturan intinya airlines punya kewajiban memulangkan. Jadi semisal delay pun airlines punya kewajiban untuk menyediakan akomodasi dan konsumsi,” ujarnya.
“Laporkan manifes jemaah agar pemerintah tahu persis data-data jemaah. Sama seperti halnya mereka yang di Saudi, di negara transit pun airlines punya kewajiban memulangkan, serta memfasilitasi akomodasi dan konsumsi,” kata Firman.
