JK, Ma’ruf Amin, dan Istri Gus Dur Dapat ISNU Award

Matawarta.com, JAKARTA– PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama memberikan penghargaan kepada tiga tokoh nasional di acara ISNU Award. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para tokoh dalam memperjuangkan nilai-nilai pluralisme, kebangsaan, keislaman, dan kemanusiaan.

Hal itu sejalan dengan semangat keilmuan dan perjuangan Nahdlatul Ulama. Ketiga tokoh tersebut adalah mantan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dan Jusuf Kalla, serta Istri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah.

Penghargaan itu diberikan dalam menjadi rangkaian acara pelantikan dan Mukernas ISNU di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (31/7/2025).

PP ISNU memberikan penghargaan kepada Sinta Nuriyah sebagai Ibu Bangsa dan Penjaga Nalar Kebhinekaan Indonesia. Sinta dianggap perempuan yang lahir dari rahim pesantren dan sepanjang hidupnya memperjuangkan kesetaraan, kemanusiaan, serta pluralisme.

“Ibu Sinta membuka ruang dialog lintas iman, menyuarakan keadilan untuk perempuan, dan menunjukkan bahwa Islam bisa bersanding dengan cinta kasih dan akal sehat,” bunyi alasan pemilihan Sinta yang diutarakan oleh PP ISNU.

Sinta menyebut penghargaan ini untuk seluruh ibu-ibu di Indonesia. Dari seorang ibu, dapat melahirkan tokoh-tokoh nasional.

“Penghargaan ini sebenarnya untuk ibu-ibu di Indonesia, ibu-ibu yang telah banyak melahirkan tokoh nasional di negeri ini,” ucap Sinta.

Sementara itu Muhammad Jusuf Kalla diberikan penghargaan sebagai bapak Rekonsiliasi dan Penjaga Tenun Sosial Nusantara. JK selalu menunjukkan kontribusinya dan peran dalam rekonsiliasi di tengah perbedaan etnis, agama, dan kepentingan.

“Beliau adalah pemimpin yang tak pernah ragu untuk turun langsung ketika bangsa menghadapi ketegangan. Dari Ambon, Poso, Aceh, hingga konflik sosial lainnya, beliau hadir sebagai juru damai, yang menjembatani yang retak, merajut yang koyak, dan menyatukan yang tercerai,” kata PP ISNU.

Jusuf Kalla menyebut tak ada negara yang maju tanpa kedamaian di daerahnya. Pria asal Makassar mengutip sebuah hadits jika mendamaikan yang berselisih merupakan ibadah tertinggi dari puasa.

“Jadi, sebagai warga Indonesia, tentu kami senang melihat Indonesia damai,” tegasnya.

ISNU Award juga diberikan kepada K.H. Ma’ruf Amin. Wapres RI periode 2019-2024 mendapatkan penghargaan Bapak Wasathiyah Indonesia dan Islam Moderat Dunia.

Sosok Ma’ruf Amin dianggap menjadi jembatan antara kitab kuning dengan konstitusi, fatwa dengan kebijakan negara, serta nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dengan diplomasi dunia.

“Sebagai arsitek utama moderasi beragama di Indonesia, Prof. Ma’ruf Amin telah mengangkat wajah Islam Indonesia ke forum internasional sebagai model Islam yang ramah, toleran, dan bersahabat dengan demokrasi,” bunyi keterangan PP ISNU.

Penghargaan ini Ma’ruf Amin berikan untuk masyarakat Indonesia.

“Penghargaan ini bukan untuk saya, tetapi untuk orang banyak, masyarakat Indonesia. Ibarat saya ini baut, sekrupnya ya masyarakat semua,” kata Ma’ruf Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *