Matawarta.com, JAKARTA– Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowo) menegaskan tak pernah menyebut partai biru sebagai dalang di balik tudingan ijazah palsu, apalagi menyinggung Partai Demokrat dan sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
“Enggak ada. Saya enggak pernah berbicara masalah warna. Enggak pernah,” tegasnya saat ditemui di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (31/7).
Jokowi sempat menduga ada ada tokoh besar yang memback up kasus tudingan ijazah palsu. Tapi Jokowi tidak pernah menyebut warna atau partai tertentu.
“Saya sampaikan ada orang besar yang mem-back up. Tapi sekali lagi jangan ada yang merasa tertuduh,” kata Jokowi.
Jokowi menyakini Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY adalah sosok negarawan sehingga tidak mungkin melakukan hal-hal tertentu.
“Apalagi sekelas Pak SBY ndaklah. Beliau adalah negarawan yang baik,” kata Jokowi.
Pernyataan Jokowi adanya sosok besar di balik kasus tudingan ijazah palsunya menjadi spekulasi. Beberapa relawan Jokowi, seperti Silfester Matutina menyebut dalang isu ijazah palsu dan pemakzulan Wapres Gibran berasal dari ‘partai biru’ yang belum bisa menerima kekalahan Pilpres 2024.
