BMKG Modifikasi Cuaca di Sumatera, untuk Amankan Jalur Bantuan Bencana

Matawarta.com, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperluas operasi rekayasa cuaca di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat demi memastikan distribusi bantuan bagi korban banjir dan longsor tidak terhambat oleh cuaca buruk. Upaya ini dilakukan melalui tiga pos utama yang beroperasi hingga Rabu (3/12).

Tiga posko tersebut berada di Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda (Aceh), Posko Kualanamu di Medan, serta Posko Bandara Internasional Minangkabau (Padang). Dari titik-titik ini, tim BMKG mengerahkan pesawat untuk melakukan penyemaian awan.

“Kita ingin memastikan proses penyelamatan dan penyaluran logistik berjalan tanpa hambatan hujan ekstrem. NaCl kita sebarkan untuk mengarahkan hujan ke lokasi yang tidak berisiko,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam rapat yang digelar bersama Kemendagri dan ditayangkan melalui YouTube Kemendagri RI pada Senin (1/11/2025).

Tidak hanya garam, BMKG juga menggunakan Kalsium Oksida (CaO) di beberapa wilayah yang dinilai sangat rawan. Bahan tersebut disebarkan untuk menghamburkan awan hujan sehingga curah hujan tidak jatuh di zona kritis.

“Lima pesawat terus terbang menjalankan misi ini di Aceh, Medan, dan Padang,” tambahnya.

Faisal juga mengingatkan pemerintah daerah untuk cepat menetapkan status siaga darurat saat menerima peringatan dini bencana. Tanpa status tersebut, menurutnya, operasi modifikasi cuaca tidak dapat dijalankan secara optimal oleh BMKG maupun BNPB.

Di sisi lain, dampak bencana di Sumatera terus bertambah berat. Data terkini BNPB hingga Senin mencatat 442 korban meninggal dan 402 orang masih hilang akibat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut jumlah itu meningkat seiring ditemukannya korban di berbagai lokasi, terutama di Tapanuli Selatan.

“Hari ini banyak korban hilang yang berhasil ditemukan,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers Minggu (30/11). (mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *