Matawarta.com, JAKARTA-
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan hingga kini pemerintah masih kesulitan menghubungi kelima WNI yang ditangkap oleh tentara Israel. Situasi itu dinilai semakin pelik lantaran Indonesia tidak memiliki akses diplomatik langsung dengan Israel.
“Hingga saat ini masih sangat sulit untuk menghubungi WNI yang ditangkap,” ujar Yusril saat menghadiri agenda di Universitas Negeri Surabaya, Selasa (19/5).
Kelima WNI itu disebut merupakan bagian dari delegasi kemanusiaan yang tengah menjalankan misi membantu korban konflik di Gaza. Mereka ditangkap ketika berada di wilayah perairan internasional, memicu kecaman dan keprihatinan dari pemerintah Indonesia.
Yusril menegaskan pemerintah menyesalkan tindakan tentara Israel yang dianggap menghalangi misi kemanusiaan. Apalagi, di antara rombongan tersebut terdapat wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan kemanusiaan untuk korban perang di Gaza.
Di tengah kebuntuan diplomatik, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri kini bergerak mencari jalur alternatif demi memastikan kondisi para WNI sekaligus mengupayakan pembebasan mereka secepat mungkin.
Indonesia disebut terus melakukan langkah-langkah intensif melalui berbagai pihak internasional untuk membuka akses komunikasi dengan para relawan yang ditahan tersebut. (paz)
