Matawarta.com, JAKARTA– Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Komarudin Watubun melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menuding polemik ijazah dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai operasi politik.
Komarudin menilai persoalan tersebut tidak perlu dikaitkan dengan manuver politik karena inti masalahnya dapat dijawab melalui pembuktian hukum.
Komarudin menilai polemik yang terus bergulir itu tidak perlu berlarut-larut jika keaslian ijazah Jokowi dapat dibuktikan secara terbuka di pengadilan.
“Saya kira tidak ada urusan, tidak ada urusan operasi politik,” ujar Komarudin kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).
Menurut Komarudin, tudingan adanya operasi politik bukanlah jawaban atas substansi persoalan yang dipermasalahkan. Dia menegaskan, jika pihak yang mempersoalkan ijazah tersebut menempuh jalur hukum, penyelesaiannya semestinya berfokus pada bukti, bukan saling melempar tudingan.
Dia pun menyayangkan polemik tersebut terus berkepanjangan. Komarudin menilai, pembuktian di pengadilan menjadi jalan untuk mengakhiri perdebatan mengenai keaslian ijazah yang selama ini menjadi sorotan publik.
“Barang ini sederhana, kalau dari awal Pak Jokowi kasih lihat ijazah sudah tidak ada orang ribut-ribut. Teman-teman di sebelah itu mempersoalkan itu dalam perspektif negara hukum, ya buktikan saja di pengadilan ‘Ini ijazah asli, kok’, nggak musti sandiwara terlalu panjang,” tegasnya.
Pernyataan Komarudin tersebut menjadi respons atas narasi operasi politik yang sebelumnya disampaikan Jokowi.
Mantan Presiden ke-7 RI itu mengaku melihat adanya pihak yang menunggangi polemik ijazah dirinya dan Gibran sehingga persoalan tersebut semakin ramai diperbincangkan. (paz)
